Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jakpro dan Waskita Percepat Penyelesaian LRT Jakarta Fase 1B, Target Operasi Penuh Agustus 2026

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 21 Mei 2026 | 06:33 WIB
Progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai mencapai 92,76 persen. (Antara)
Progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai mencapai 92,76 persen. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai terus menunjukkan perkembangan signifikan. PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres proyek tersebut telah mencapai 92,76 persen menjelang target operasional penuh pada Agustus 2026.

Sebagai kontraktor yang menangani integrasi sipil, rel, sistem, hingga operasi, Waskita menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian proyek tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja dan keamanan pengguna jalan.

Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Paulus Budi Kartiko, mengatakan keselamatan konstruksi menjadi prioritas utama selama proses pembangunan berlangsung.

Baca Juga: NU dan Trotoar yang Kehilangan Fungsi

“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026), dikutip Antara.

Saat ini, Waskita bersama PT Jakarta Propertindo mulai menjalankan rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B. Salah satu tahapan yang telah dilakukan ialah pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.

Menurut Paulus, proyek tersebut menghadapi tantangan besar berupa kepadatan lalu lintas Jakarta dan keterbatasan ruang kerja di kawasan perkotaan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pekerjaan konstruksi dioptimalkan pada malam hari dengan dukungan sistem keamanan yang diperketat.

Baca Juga: Kereta Api Jadi Andalan Distribusi Material Konstruksi, Angkutan Semen KAI Lampaui 752 Ribu Ton

“Dalam proses pengerjaan, tantangan utama yang kami hadapi di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Maka solusinya, kami optimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem keamanan dan sistem kerja,” katanya.

Salah satu titik krusial dalam pembangunan proyek ini berada di area perlintasan Jalur Aktif Tol Wiyoto Wiyono pada kilometer 1+700 hingga 2+100. Demi menjaga kelancaran arus kendaraan selama masa konstruksi, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter.

Selain itu, perusahaan juga melakukan survei monitoring dan pemeriksaan chamber secara berkala setiap hari. Tim lapangan memasang jaring pengaman di sekeliling segmen girder balance untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Langkah tersebut membuahkan hasil positif. Waskita mengklaim berhasil mencatatkan zero accident atau nol kecelakaan selama proses konstruksi balance cantilever berlangsung.

“Perlintasan Wiyoto-Wiyono menjadi salah satu ikon terpenting dalam tes jalur beberapa waktu lalu. Keberhasilan ini menandakan kemajuan konstruksi Indonesia yang dapat meramu moda transportasi umum berdampingan dengan jalur aktif eksisting di tengah kepadatan aktivitas Jakarta,” tutur Paulus.

Ia menambahkan, koordinasi dengan Jakpro sebagai pemilik proyek terus diperkuat agar seluruh tahapan T&C berjalan lancar. Pengujian ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan sistem LRT Jakarta dalam melayani puluhan ribu penumpang setiap hari.

Dari hasil train run yang telah dilakukan dua kali, kereta disebut mampu melaju lancar dari Velodrome hingga Pasar Pramuka menggunakan tenaga listrik penuh.

Baca Juga: Rute Melingkar Kereta Api Joglosemarkerto Dinilai Efisien, Layani Ratusan Ribu Penumpang Selama Januari-April 2026

“Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat hasil tes jalur atau train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jakarta Propertindo, Iwan Takwin, mengatakan tahap T&C mencakup pengujian menyeluruh terhadap seluruh komponen dan subsistem sebelum operasional komersial dimulai.

Pengujian tersebut meliputi jalur rel, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.

Baca Juga: Puluhan Advokat Peradi Banyuwangi Laporkan Aktivis Macan Blambangan ke Polisi, Diduga Sebar Tuduhan Suap APH

“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang,” kata Iwan.

Sebagai informasi, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mulai dikerjakan sejak Oktober 2023 dengan total investasi mencapai Rp4,1 triliun. Proyek transportasi massal ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi penuh pada Agustus mendatang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#LRT Jakarta Fase 1B #Velodrome Manggarai #transportasi jakarta #jakpro #waskita karya