RADARBANYUWANGI.ID - Generasi Z menjadi kelompok penumpang baru yang terus mendorong pertumbuhan pengguna kereta api di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tren positif sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026 seiring meningkatnya kesadaran anak muda terhadap transportasi ramah lingkungan dan keberlanjutan.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, mengatakan kereta api kini tidak hanya dipilih karena faktor efisiensi, tetapi juga karena dianggap mampu mengurangi dampak polusi dan emisi karbon.
“Anak muda yang naik kereta itu sudah berbicara soal keberlanjutan. Ini juga kami tangkap dengan mengimplementasikan beberapa hal di KAI, seperti mencantumkan jejak karbon di tiket, sehingga mereka tahu kontribusi mereka dalam mengurangi polusi,” ujar Anne dalam wawancara yang dikutip Antara, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Polisi Bongkar Dugaan Haji dan Umrah Fiktif di Banyuwangi, Korban Terus Bertambah hingga Luar Daerah
Tren tersebut terlihat dalam survei yang dilakukan Kantor Berita ANTARA selama periode Lebaran 2026. Hasil survei menunjukkan penumpang baru KAI terus bertambah dan didominasi kelompok usia produktif yang menjadikan aspek keberlanjutan sebagai salah satu alasan utama memilih kereta api.
Sepanjang 2025, volume penumpang KAI tercatat mencapai lebih dari 500 juta perjalanan. Sementara itu, pada kuartal pertama 2026 jumlah perjalanan penumpang telah mencapai sekitar 128 juta.
KAI memproyeksikan pertumbuhan penumpang sebesar 6–8 persen pada tahun ini. Namun, sejumlah layanan justru mencatat kenaikan di atas target. Kereta jarak jauh dan kereta lokal tumbuh lebih dari 15 persen, sedangkan layanan LRT dan KRL meningkat di atas 10 persen.
Baca Juga: Kemenag Banyuwangi Pastikan PT Sahabat Zivana Haramain Ilegal, Tak Kantongi Izin Umrah Resmi
“Potensi-potensi inilah yang membuat KAI harus menyiapkan investasi jangka pendek maupun jangka panjang dalam lima tahun ke depan karena kami melihat pertumbuhan yang terus meningkat,” kata Anne.
Pertumbuhan penumpang juga terjadi di luar wilayah Jabodetabek. KRL lintas Yogyakarta–Solo yang semula ditargetkan melayani 6.000 penumpang per hari kini mampu mengangkut hampir 20.000 penumpang pada hari kerja. Saat libur panjang Lebaran, jumlahnya bahkan melampaui 40.000 penumpang per hari.
Anne menjelaskan, pengembangan layanan KAI dilakukan berdasarkan masukan pelanggan melalui sistem Customer License Management yang terintegrasi dengan data tiket dan data kependudukan Dukcapil.
Dalam lima tahun terakhir hingga pertengahan Maret 2025, KAI menerima sekitar 12,6 juta masukan pelanggan. Seluruh masukan tersebut diterjemahkan menjadi program peningkatan layanan di berbagai sektor.
“Investasi dilakukan berdasarkan voice of customer dan penentuan service level agreement yang harus dipenuhi. Contohnya toilet. Dulu pelanggan meminta toilet gratis, setelah gratis mereka meminta toilet bersih, lalu harus kering dan tidak berbau,” jelasnya.
Selain layanan dasar, KAI juga mulai memperkuat aspek keamanan penumpang melalui investasi CCTV analitik untuk menangani kasus pelecehan seksual di transportasi publik.
Dari total 12,6 juta masukan pelanggan dalam setahun, tercatat sekitar 50 laporan pelecehan seksual. Meski secara persentase tergolong kecil, KAI menilai dampaknya sangat besar terhadap tingkat kepercayaan masyarakat menggunakan transportasi umum.
“Satu laporan pelecehan seksual saja bisa mempengaruhi keyakinan orang untuk naik transportasi publik. Karena itu kami berani melakukan investasi untuk memberi rasa aman kepada 1,3 juta penumpang komuter yang setiap hari mayoritas menggunakan kereta untuk bekerja,” tegas Anne.
Ke depan, KAI menyiapkan sejumlah pengembangan layanan, mulai dari elektrifikasi jalur KRL menuju Karawang dan Merak, reaktivasi jalur kereta lama, hingga integrasi antarmoda dengan Transjakarta dan layanan ojek daring.
KAI juga memiliki ambisi untuk menjadi operator kereta kelas dunia, termasuk membuka peluang pengoperasian kereta di negara lain. Anne menyebut Indonesia kini menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang memiliki kereta cepat yang dioperasikan sepenuhnya oleh masinis Indonesia.
“Kepada masyarakat Indonesia, pelanggan kami, ketahui bahwa naik kereta api adalah langkahmu untuk menyelamatkan masa depan Indonesia dari polusi. Jangan lupa naik kereta api ke manapun dan tinggalkan jejak karbonmu supaya kita tahu kontribusi kita untuk menyelamatkan masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara