RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama KAI Commuter melakukan revitalisasi dan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan Commuter Line Bogor Line. Proyek tersebut telah dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.
Revitalisasi dilakukan sebagai persiapan operasional rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12. Langkah ini dinilai penting untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan fasilitas pelayanan menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas pelanggan yang terus meningkat setiap tahun.
“Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” ujar Anne, dikutip Antara.
Saat ini, frekuensi perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor mencapai 392 perjalanan per hari kerja dan 373 perjalanan saat akhir pekan. Pada periode Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan gate in tercatat mencapai 6,14 juta pelanggan, sedangkan gate out mencapai 5,95 juta pelanggan.
Selain perpanjangan peron, revitalisasi juga mencakup pembangunan kanopi baru yang terhubung langsung dengan area selasar stasiun. Fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berpindah jalur maupun menunggu kereta.
Baca Juga: Cek Rekeningmu Sekarang! BPNT Tahap 2 Sudah Cair, Saldo Rp600 Ribu Masuk KKS
Anne menambahkan, pengoperasian rangkaian 12 kereta akan memperbesar kapasitas angkut dalam satu perjalanan, terutama pada jam sibuk. “Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman,” jelasnya.
Selama pekerjaan berlangsung, KAI dan KAI Commuter melakukan rekayasa arus penumpang, termasuk pengalihan akses menuju Hall Barat melalui JPO Paledang dan pengaturan menuju Hall Taman Topi serta Pintu Timur Stasiun Bogor.
Editor : Lugas Rumpakaadi