RADARBANYUWANGI.ID – Libur panjang peringatan Kenaikan Isa Al Masih yang bertepatan dengan akhir pekan menjadi berkah besar bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Selama empat hari masa long weekend, mulai Kamis (14/5) hingga Minggu (17/5), puluhan ribu wisatawan memadati berbagai destinasi wisata hingga membuat tingkat hunian hotel di sejumlah kawasan mencapai 100 persen.
Ledakan kunjungan wisatawan itu semakin menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi favorit nasional saat musim liburan tiba. Mulai wisata alam, pantai, hingga kawasan wisata perkotaan dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, total sebanyak 47.478 wisatawan tercatat berkunjung selama periode libur panjang tersebut. Dari jumlah itu, 46.685 orang merupakan wisatawan domestik, sedangkan 793 lainnya wisatawan mancanegara.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bersyukur Banyuwangi masih menjadi tujuan utama wisatawan untuk menghabiskan masa liburan bersama keluarga.
Menurut Ipuk, capaian tersebut tidak lepas dari kerja bersama seluruh pelaku wisata, pemerintah daerah, masyarakat, hingga pelaku usaha yang terus menjaga kualitas dan kenyamanan destinasi wisata di Banyuwangi.
“Ini menjadi penyemangat kita bersama untuk terus memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan aman bagi semua,” ujarnya.
Hampir seluruh objek wisata unggulan Banyuwangi mengalami lonjakan pengunjung selama long weekend. Salah satu destinasi paling ramai ialah Hutan De Djawatan yang dikunjungi sebanyak 7.266 wisatawan.
Kawasan wisata yang terkenal dengan deretan pohon trembesi raksasa berusia ratusan tahun itu menjadi magnet wisatawan karena menawarkan suasana teduh, udara segar, serta spot foto yang ikonik.
Selain De Djawatan, Pantai Pulau Merah juga dipadati wisatawan. Pantai yang terkenal dengan panorama sunset tersebut mencatat kunjungan mencapai 5.636 orang selama empat hari libur panjang.
Sementara itu, Pantai Marina Boom dikunjungi 4.965 wisatawan. Adapun Kawah Ijen menerima 3.297 pengunjung, disusul Pantai Mustika sebanyak 2.869 wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Banyuwangi Hartono mengatakan, lonjakan pengunjung tidak hanya terjadi di destinasi alam. Kawasan wisata perkotaan juga ramai diserbu wisatawan selama masa libur panjang.
“Seperti Banyuwangi Park yang ramai diserbu wisatawan,” ujarnya.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan turut memberikan efek domino bagi sektor perhotelan dan penginapan. Sejumlah hotel bahkan mencatat okupansi penuh jauh sebelum masa liburan dimulai.
Salah satunya Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center yang mengalami lonjakan okupansi hingga 100 persen pada 14-15 Mei 2026.
Sales Manager Aston Banyuwangi, Sari, mengatakan seluruh kamar hotel telah habis dipesan sejak beberapa hari sebelumnya. Mayoritas tamu berasal dari luar kota yang sengaja datang untuk berlibur di Banyuwangi.
“Okupansi naik 100 persen. Semua kamar fully booked di tanggal 14-15 Mei. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” katanya.
Lonjakan serupa juga dirasakan Villa Solong yang menawarkan panorama langsung ke Selat Bali. Penginapan tersebut juga mengalami okupansi penuh selama periode long weekend.
Executive Marketing Villa Solong, Imam Solehan, mengatakan seluruh kamar terisi penuh mulai 14 hingga 16 Mei. Tamu yang menginap didominasi wisatawan dari Jakarta, Surabaya, hingga Bali.
“Tanggal 14-16 Mei semua kamar penuh. Semua tamu kami dari luar kota, di antaranya Jakarta, Surabaya, Bali. Rata-rata mereka memang mau liburan di Banyuwangi,” ujarnya.
Tingginya pergerakan wisatawan selama libur panjang dinilai menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Selain sektor hotel dan destinasi wisata, dampak positif juga dirasakan pelaku UMKM, restoran, transportasi wisata, hingga pusat oleh-oleh di berbagai kawasan Banyuwangi.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Banyuwangi diperkirakan masih akan menjadi salah satu daerah tujuan wisata favorit di Jawa Timur sepanjang musim liburan 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin