Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Libur Panjang Mei 2026 Bikin Banyuwangi Diserbu Wisatawan, Penumpang Kereta Tembus 47 Ribu Orang

Ali Sodiqin • Senin, 18 Mei 2026 | 10:30 WIB
Libur panjang Mei 2026 membuat Banyuwangi dipadati wisatawan. Penumpang kereta api tembus 47 ribu orang selama 13-17 Mei 2026. (banyuwangitourism.com)
Libur panjang Mei 2026 membuat Banyuwangi dipadati wisatawan. Penumpang kereta api tembus 47 ribu orang selama 13-17 Mei 2026. (banyuwangitourism.com)

Lonjakan pengguna kereta api selama long weekend Kenaikan Yesus Kristus jadi sinyal kuat kebangkitan pariwisata Banyuwangi dan ekonomi lokal.

RADARBANYUWANGI.ID - Gelombang wisatawan memadati Banyuwangi selama momentum libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Tidak hanya hotel dan destinasi wisata yang dipenuhi pengunjung, lonjakan besar juga terjadi pada sektor transportasi kereta api yang menjadi moda favorit pelancong menuju ujung timur Pulau Jawa tersebut.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatat kenaikan signifikan jumlah penumpang sepanjang periode 13 hingga 17 Mei 2026. Tingginya mobilitas masyarakat itu menjadi gambaran kuat bahwa Banyuwangi masih menjadi magnet wisata utama selama long weekend.

Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, total pengguna jasa kereta api yang keluar-masuk wilayah Banyuwangi mencapai 47.589 penumpang. Angka tersebut terdiri atas 23.519 penumpang berangkat dan 24.070 penumpang datang.

Lonjakan ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai nyaman, aman, dan tepat waktu.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan tingginya angka pergerakan penumpang selama libur panjang menjadi salah satu capaian positif sektor transportasi publik di wilayah timur Jawa Timur.

“Pada momen angkutan libur panjang Kenaikan Yesus Kristus ini, kami melihat adanya pergerakan massa yang sangat masif memanfaatkan moda transportasi kereta api di area Banyuwangi. Sampai dengan hari ini, akumulasi pengguna jasa yang kami fasilitasi sudah menembus angka 47.589 orang,” ujar Cahyo.

Menurut dia, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena Minggu, 17 Mei 2026 diprediksi menjadi puncak arus balik wisatawan setelah rangkaian long weekend berakhir.

KAI Daop 9 Jember pun mengaku telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan pelayanan tetap optimal di tengah lonjakan penumpang.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sematkan kepada para pelanggan setia yang konsisten memilih KAI sebagai mitra perjalanan mereka. Tingginya animo publik ini tentu menjadi pelecut semangat bagi kami untuk melahirkan terobosan baru dan mendongkrak standar servis demi kepuasan penumpang,” imbuhnya.

Ledakan penumpang kereta api itu berjalan seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan Banyuwangi.

Mulai dari Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, De Djawatan, Alas Purwo, hingga sejumlah wisata berbasis alam dan budaya dipadati wisatawan domestik selama libur panjang berlangsung.

Banyuwangi dinilai memiliki kombinasi lengkap sebagai destinasi wisata. Selain panorama alam yang beragam, akses transportasi menuju daerah tersebut kini juga semakin mudah dan terintegrasi.

Kereta api menjadi pilihan favorit wisatawan karena menawarkan perjalanan yang praktis sekaligus nyaman dibandingkan jalur darat lainnya.

Tidak sedikit wisatawan yang sengaja memilih kereta api untuk menikmati perjalanan menuju Banyuwangi tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas selama musim liburan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun merespons positif ledakan wisatawan tersebut. Namun, Pemkab meminta seluruh pelaku industri wisata tidak cepat berpuas diri dengan capaian saat ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menilai lonjakan kunjungan wisatawan harus dijadikan momentum evaluasi sekaligus pembenahan sektor pariwisata secara menyeluruh.

“Ledakan kunjungan pelancong dalam skala besar ini sejatinya adalah amanah berat bagi kami,” kata Hartono.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan wisata mulai dari kebersihan lingkungan, keramahan pelayanan, hingga kesiapan fasilitas umum di kawasan destinasi.

“Pemerintah Daerah Banyuwangi berkomitmen kuat untuk memoles kualitas serta tata kelola sektor wisata, agar setiap pelancong membawa pulang kesan yang aman, damai, dan membekas di hati,” tegasnya.

Lonjakan wisatawan selama pertengahan Mei ini diyakini memberi dampak besar terhadap perekonomian lokal Banyuwangi.

Sektor perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, hingga pelaku ekonomi kreatif ikut menikmati efek domino dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

Pemerintah daerah optimistis tren positif ini dapat terus dijaga sepanjang tahun melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Dengan pertumbuhan kunjungan yang terus meningkat, Banyuwangi kini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional yang mampu bersaing di level elite pariwisata Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#wisata Banyuwangi 2026 #long weekend Mei 2026 #penumpang kereta Banyuwangi #banyuwangi #KAI Daop 9 Jember