Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Bikin Banyuwangi Meledak, Hotel dan Homestay Full Booking Diserbu 52 Ribu Wisatawan

Ali Sodiqin • Senin, 18 Mei 2026 | 09:30 WIB
Libur panjang Mei 2026 bikin Banyuwangi diserbu 52 ribu wisatawan. Hotel dan homestay full booking, ekonomi lokal ikut melesat. (banyuwangitourism.com)
Libur panjang Mei 2026 bikin Banyuwangi diserbu 52 ribu wisatawan. Hotel dan homestay full booking, ekonomi lokal ikut melesat. (banyuwangitourism.com)

Okupansi penginapan di Banyuwangi tembus 100 persen selama libur panjang Mei 2026. Sektor wisata dan ekonomi lokal ikut terdongkrak tajam.

RADARBANYUWANGI.ID - Momentum libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus benar-benar menjadi berkah besar bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Ribuan wisatawan membanjiri berbagai destinasi di ujung timur Pulau Jawa itu hingga membuat hotel, resort, dan homestay nyaris tanpa kamar kosong.

Ledakan kunjungan wisatawan selama long weekend 14–17 Mei 2026 bahkan membuat tingkat okupansi penginapan di Banyuwangi menembus angka 100 persen. Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Banyuwangi semakin kokoh sebagai salah satu destinasi favorit wisata nasional.

Data yang dihimpun menunjukkan total kunjungan wisatawan selama periode libur panjang mencapai 52.478 orang. Lonjakan pelancong ini tidak hanya menghidupkan kawasan wisata, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara masif.

Mulai dari hotel berbintang, homestay warga, restoran, transportasi wisata, hingga pelaku UMKM ikut menikmati limpahan berkah dari membeludaknya wisatawan.

Kondisi penuh sesak pengunjung diakui langsung para pelaku industri perhotelan. Salah satunya datang dari manajemen Kokoon Hotel Banyuwangi yang mengaku mengalami lonjakan okupansi signifikan selama long weekend berlangsung.

General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, mengatakan tingginya angka keterisian kamar menjadi indikator meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap kualitas layanan pariwisata Banyuwangi.

“Lonjakan drastis pada angka keterisian kamar ini menjadi cerminan dari tingginya loyalitas dan kepercayaan para tamu terhadap kualitas pelayanan serta fasilitas yang kami suguhkan,” ujar Weni.

Menurutnya, reservasi kamar sudah membludak sejak beberapa hari sebelum masa liburan dimulai. Bahkan banyak calon tamu yang terpaksa masuk daftar tunggu karena kamar telah habis dipesan lebih awal.

Tidak hanya hotel modern yang menikmati panen wisatawan. Homestay milik warga lokal juga kebanjiran tamu hingga kewalahan menerima permintaan kamar.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa program pengembangan homestay berbasis masyarakat yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menunjukkan hasil nyata.

Lewat program “Homestay Naik Kelas”, rumah-rumah singgah milik warga dibenahi secara bertahap, mulai dari renovasi fisik, peningkatan fasilitas, hingga standardisasi pelayanan wisata.

Kini, banyak homestay lokal di Banyuwangi tampil lebih modern dan nyaman sehingga mampu bersaing dengan penginapan komersial.

Strategi tersebut terbukti efektif dalam mengurai kepadatan hotel konvensional sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa wisata.

Tidak sedikit wisatawan yang justru memilih menginap di homestay karena ingin mendapatkan pengalaman lebih dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat lokal Banyuwangi.

Ledakan kunjungan wisatawan pada long weekend kali ini sekaligus mempertegas posisi Banyuwangi sebagai magnet wisata baru di Jawa Timur.

Daya tarik Banyuwangi dinilai semakin lengkap. Mulai dari wisata alam seperti Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, De Djawatan, hingga wisata budaya dan festival daerah yang terus dipromosikan secara agresif.

Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan dan konektivitas transportasi turut mempermudah akses wisatawan menuju Banyuwangi.

Peningkatan jumlah event nasional dan internasional juga disebut menjadi faktor penting yang mendongkrak popularitas daerah tersebut di kalangan wisatawan domestik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, mengatakan pihaknya telah meminta seluruh pelaku industri wisata meningkatkan kesiapan layanan demi menjaga kenyamanan pengunjung.

“Kami sangat mengapresiasi dan menghaturkan rasa terima kasih atas mandat yang diberikan para wisatawan dengan menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi utama mereka,” kata Hartono.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kualitas pariwisata melalui peningkatan pelayanan, pengembangan destinasi, dan penguatan promosi digital agar tren positif kunjungan wisata terus berlanjut.

“Komitmen kami adalah terus memoles mutu pariwisata daerah agar setiap kunjungan meninggalkan kesan yang mendalam,” imbuhnya.

Meningkatnya okupansi hotel dan homestay selama long weekend juga menjadi indikator pulih dan menggeliatnya sektor ekonomi kreatif di Banyuwangi.

Para pelaku usaha berharap tren lonjakan wisatawan seperti ini tidak hanya terjadi saat musim liburan, tetapi mampu berlangsung konsisten sepanjang tahun seiring semakin kuatnya citra Banyuwangi sebagai kota wisata unggulan nasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#okupansi hotel Banyuwangi #long weekend 2026 #hotel Banyuwangi full booking #banyuwangi #wisata banyuwangi