Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisatawan Mancanegara Makin Gemar Naik Kereta Api, Budaya Tertib di Ruang Publik Indonesia Jadi Sorotan Positif

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 15 Mei 2026 | 11:07 WIB
Budaya tertib masyarakat di stasiun dan perlintasan kereta api dinilai memberi kesan positif bagi wisatawan mancanegara. (Antara)
Budaya tertib masyarakat di stasiun dan perlintasan kereta api dinilai memberi kesan positif bagi wisatawan mancanegara. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Budaya tertib yang terlihat dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia ternyata meninggalkan kesan tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Salah satu pengalaman yang paling sering dirasakan wisatawan muncul saat menggunakan transportasi publik, terutama kereta api.

Mulai dari suasana menunggu kereta di perlintasan sebidang, kebiasaan memberi jalan kepada penumpang yang turun lebih dulu, hingga ketertiban di tengah ramainya stasiun menjadi bagian dari pengalaman yang diingat wisatawan selama berada di Indonesia.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba mengatakan, pengalaman wisatawan asing selama menggunakan transportasi publik kerap terbentuk dari hal-hal sederhana yang mereka temui sepanjang perjalanan.

Baca Juga: Masih Punya Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Puasa Dzulhijjah? Ini Penjelasan Ulama dan Solusi Praktisnya

“Wisatawan biasanya mengingat suasana yang mereka rasakan selama berada di sebuah negara. Dari cara masyarakat menunggu kereta api, suasana di stasiun, sampai bagaimana orang saling menghargai di ruang publik. Hal-hal seperti itu yang sering membekas dalam ingatan mereka,” ujar Anne, dikutip Antara.

Kereta api, lanjut Anne, menjadi ruang yang mempertemukan banyak orang dari latar belakang berbeda dalam satu perjalanan. Dari perjalanan tersebut, wisatawan dapat melihat bagaimana masyarakat berbagi ruang, mengantre, menjaga kenyamanan bersama, hingga menghargai keselamatan orang lain.

Data KAI menunjukkan minat wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api terus meningkat. Selama Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 180.670 wisatawan asing menggunakan layanan kereta api jarak jauh.

Baca Juga: Aston Villa vs Liverpool: The Reds Tajam di Villa Park, Salah Dekati Rekor Gol Tandang Liga Inggris

Khusus pada April 2026, jumlah pelanggan wisatawan mancanegara mencapai 51.565 orang atau menjadi angka tertinggi sepanjang tahun ini.

Secara kumulatif, Stasiun Gambir menjadi titik keberangkatan wisatawan asing terbanyak dengan 29.013 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Yogyakarta sebanyak 26.365 pelanggan dan Stasiun Bandung dengan 15.780 pelanggan.

Selain itu, Stasiun Pasarsenen mencatat 10.486 pelanggan, Surabaya Gubeng 9.043 pelanggan, Semarang Tawang 6.946 pelanggan, Malang 5.435 pelanggan, Surabaya Pasar Turi 4.650 pelanggan, Cirebon 4.215 pelanggan, serta Solo Balapan 3.747 pelanggan.

Menurut Anne, meningkatnya penggunaan kereta api oleh wisatawan asing menunjukkan bahwa perjalanan antarkota kini telah menjadi bagian dari pengalaman wisata di Pulau Jawa dan Sumatra.

Melalui perjalanan tersebut, wisatawan tidak hanya menikmati destinasi akhir, tetapi juga melihat langsung kehidupan masyarakat di sekitar stasiun, kawasan perkotaan, hingga lingkungan sepanjang jalur kereta api.

“Perlintasan sebidang menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan bagaimana masyarakat menjaga keselamatan perjalanan bersama. Saat pengguna jalan menunggu dengan tertib dan mendahulukan kereta api melintas, suasana seperti itu juga dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi banyak orang,” jelas Anne.

Anne menambahkan, kesan positif wisatawan sering kali tumbuh dari pengalaman sederhana yang mereka alami secara langsung selama berada di Indonesia. Ada wisatawan yang merasa nyaman karena perjalanan berlangsung tertib, ada pula yang menikmati suasana stasiun yang ramai namun tetap teratur.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Mei 2026 Resmi Cair, Penerima Bertambah 470 Ribu KPM, Cek Jadwal hingga Cara Pencairan

Menurut dia, pengalaman semacam itu kerap menjadi cerita yang dibawa pulang wisatawan setelah kembali ke negara asalnya.

“Ketika wisatawan merasa nyaman selama perjalanan dan melihat suasana masyarakat yang tertib, kesan positif itu biasanya akan mereka ceritakan kepada orang lain. Dari sana kepercayaan tumbuh dan pengalaman baik tentang Indonesia ikut menyebar,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#transportasi publik #kereta api indonesia #wisatawan mancanegara #KAI #pariwisata indonesia