Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemerintah Percepat Pengembangan Kereta Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi untuk Perkuat Jalur Logistik Nasional

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:15 WIB
Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. (Antara)
Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah mempercepat pembahasan pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas logistik nasional di tengah tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Perkembangan kawasan industri, pelabuhan, dan sentra komoditas di berbagai daerah dinilai membuat kebutuhan distribusi barang nasional terus meningkat. Dalam kondisi tersebut, transportasi berbasis rel dipandang semakin penting untuk mendukung mobilitas logistik dalam volume besar secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pengembangan jaringan kereta api saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur nasional yang dibahas lintas kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Divre III Palembang Siapkan 21.696 Kursi untuk Rute Sumatera Selatan-Lampung

“Kereta api kita harapkan bisa berperan lebih besar untuk penumpang maupun angkutan barang. Dengan begitu, konektivitas dan produktivitas daerah dapat terus meningkat,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/4/2026), dikutip Antara.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan pengembangan jaringan rel nasional mencapai sekitar 14 ribu kilometer yang akan dilakukan secara bertahap melalui berbagai prioritas pembangunan serta skema pembiayaan.

Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia menilai kebutuhan logistik nasional kini semakin erat dengan pengembangan kawasan produksi dan industri, khususnya di luar Jawa. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut pola distribusi komoditas dalam jumlah besar membutuhkan moda transportasi yang stabil, terjadwal, dan terhubung langsung dengan kawasan produksi maupun pelabuhan.

Baca Juga: Kenapa Film Pesta Babi Viral dan Kontroversial? Polemik Papua, Demokrasi, hingga Pembubaran Nobar Jadi Sorotan

KAI mencatat volume angkutan perkebunan sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 213.857 ton. Angka tersebut meningkat 6,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 201.408 ton.

Sebagian besar angkutan didominasi crude palm oil (CPO) serta turunan kelapa sawit yang digunakan untuk kebutuhan industri pangan dan campuran biodiesel nasional.

“Pertumbuhan angkutan perkebunan menunjukkan aktivitas distribusi komoditas strategis terus berkembang. Mobilitas hasil produksi dalam jumlah besar membutuhkan dukungan konektivitas yang mampu menjaga kesinambungan perjalanan barang dari kawasan produksi menuju fasilitas pengolahan dan pelabuhan,” ujar Anne.

Menurut dia, distribusi logistik di sejumlah wilayah penghasil komoditas masih menghadapi tantangan jarak tempuh antarkawasan yang panjang. Karena itu, transportasi berbasis rel dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi melalui kapasitas angkut besar dan pola perjalanan yang konsisten.

Anne menambahkan, pengembangan jaringan kereta api juga akan memperkuat keterhubungan antarsimpul ekonomi, mulai dari kawasan industri, pelabuhan, hingga pusat distribusi regional.

“Ketika konektivitas antarwilayah semakin baik, pergerakan logistik menjadi lebih terintegrasi dan ruang pertumbuhan ekonomi daerah ikut berkembang,” jelasnya.

Selain mendukung distribusi barang, pemerintah juga menilai pengembangan transportasi berbasis rel penting untuk memperkuat sistem transportasi berkelanjutan. Dalam rapat koordinasi tersebut, AHY menyampaikan kontribusi emisi kereta api relatif lebih kecil dibandingkan moda transportasi darat berbasis jalan.

Baca Juga: Mengapa Hyundai Hillstate Ngotot Boyong Megawati Hangestri ke V-League?

Saat ini jaringan kereta api nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara itu, Sumatra terus mengembangkan jaringan rel yang telah tersedia, sedangkan Sulawesi dan Kalimantan masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang pemerintah.

“Pengembangan perkeretaapian memerlukan sinergi lintas sektor karena konektivitas transportasi akan ikut menentukan kelancaran distribusi, daya saing wilayah, dan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kereta api nasional #logistik Indonesia #Trans Sumatra #konektivitas ekonomi #angkutan barang KAI