RADARBANYUWANGI.ID - Di balik lancarnya perjalanan kereta api, terdapat peran penting para Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang yang setiap hari berjalan kaki menyusuri rel demi memastikan perjalanan kereta tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sebanyak 118 PPJ diterjunkan setiap hari untuk melakukan pemeriksaan rutin di wilayah Daop 4 Semarang. Area pengawasan tersebut mencakup jalur rel sepanjang 677 kilometer dengan 43 stasiun aktif yang tersebar mulai Tegal, Semarang, Blora hingga lintas selatan menuju Stasiun Gundih, Kabupaten Grobogan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menegaskan bahwa keberadaan PPJ menjadi bagian vital dalam sistem keselamatan operasional kereta api.
“Petugas Pemeriksa Jalur merupakan garda terdepan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Mereka setiap hari melakukan inspeksi langsung terhadap kondisi rel dan lingkungan sekitar jalur guna memastikan perjalanan kereta api berlangsung dengan aman dan lancar,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Dalam menjalankan tugasnya, setiap PPJ menyusuri rel sejauh kurang lebih tujuh kilometer pada petak jalur yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Pemeriksaan dilakukan secara detail terhadap kondisi rel, bantalan, sambungan rel, wesel, baut pengikat, hingga sistem drainase.
Tak hanya itu, petugas juga memantau potensi gangguan eksternal seperti longsoran tanah, genangan air, pohon tumbang, maupun aktivitas masyarakat di sekitar jalur rel yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
Untuk menunjang pemeriksaan, KAI Daop 4 Semarang turut mengoperasikan Kendaraan Perawatan Jalur (KPJ) yang dilengkapi alat pengukur geometri rel. Teknologi tersebut membantu mendeteksi potensi ketidaksempurnaan jalur yang tidak terlihat secara kasat mata.
Menurut Luqman, tugas seorang PPJ tidak hanya menuntut ketelitian dan kesiapan fisik, tetapi juga kemampuan analisis dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Tugas PPJ tidak mengenal cuaca. Dalam kondisi panas maupun hujan, siang ataupun malam, mereka tetap menjalankan pemeriksaan demi memastikan keselamatan operasional kereta api tetap terjaga,” tambahnya.
Apabila ditemukan potensi kerusakan atau gangguan pada jalur rel, petugas akan segera melaporkannya kepada unit terkait untuk dilakukan penanganan cepat. Dalam kondisi tertentu, PPJ juga dapat melakukan pengamanan awal hingga pembatasan kecepatan kereta sebagai langkah antisipasi.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh PPJ wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus, termasuk sertifikasi pemeriksa jalur yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Luqman menegaskan, KAI terus menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasional perjalanan kereta api.
“KAI terus berkomitmen menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Melalui pemeriksaan jalur yang dilakukan secara rutin dan disiplin oleh para PPJ, KAI memastikan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” tutupnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi