Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sosialisasi Masif dan Penutupan Perlintasan Liar Membuahkan Hasil, Temperan Kereta Api di Wilayah Daop 9 Jember Menurun Tajam

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 9 Mei 2026 | 12:48 WIB
Tim pengamanan memeriksa rel di jalur Gumitir. (KAI)
Tim pengamanan memeriksa rel di jalur Gumitir. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat tren positif dalam peningkatan keselamatan perjalanan kereta api sepanjang 2026. Jumlah kejadian temperan di jalur rel maupun perlintasan sebidang mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data operasional KAI Daop 9 Jember, pada Januari hingga April 2025 tercatat sembilan kejadian temperan. Sementara pada periode yang sama tahun 2026, jumlahnya turun drastis menjadi hanya tiga kejadian.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di lingkungan perkeretaapian.

Baca Juga: Inter Milan Tantang Lazio di Olimpico, Nerazzurri Mulai Parade Juara Serie A

“Penurunan angka kejadian temperan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan yang kami lakukan bersama stakeholder terkait serta dukungan masyarakat. Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Sepanjang 2026, KAI Daop 9 Jember telah melaksanakan 72 kali sosialisasi keselamatan di berbagai wilayah sekitar jalur rel dan perlintasan sebidang. Edukasi tersebut menyasar masyarakat umum, pengguna jalan, hingga pelajar guna meningkatkan pemahaman mengenai risiko dan aturan keselamatan perjalanan kereta api.

Selain edukasi, langkah konkret juga dilakukan melalui penutupan tiga perlintasan liar yang dinilai berpotensi membahayakan operasional perjalanan kereta api. Tiga lokasi tersebut berada di Km 95+7/8 antara Bayeman–Probolinggo di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo; Km 158+2/3 antara Jatiroto–Tanggul di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember; serta Km 34+4/5 antara Mrawan–Kalibaru di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono Mencekam, Tiga Pendaki Masih Hilang di Halmahera Utara

KAI Daop 9 Jember juga melakukan penyempitan perlintasan dan normalisasi jalur rel di Km 55+7/8 antara Kalisetail–Temuguruh di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi serta Km 197+9/0 antara Jember–Arjasa di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisasi potensi temperan dengan kereta api.

Sebagai bagian dari peningkatan keselamatan, pemasangan banner imbauan dan pesan keselamatan turut dilakukan di 21 titik perlintasan di wilayah Daop 9 Jember.

Cahyo menegaskan bahwa keberhasilan penurunan angka temperan tidak terlepas dari sinergi antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui berbagai upaya preventif dan edukatif. Namun demikian, keselamatan juga sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat,” tambahnya.

KAI Daop 9 Jember mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang dengan cara berhenti, melihat, dan mendengar sebelum melintas, serta mendahulukan perjalanan kereta api. Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas di jalur rel karena sangat berbahaya.

Imbauan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 124 disebutkan bahwa pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang. Sementara Pasal 181 menegaskan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api tanpa izin, kecuali untuk kepentingan operasional.

KAI Daop 9 Jember berharap tren positif penurunan kejadian temperan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan andal.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kejadian Temperan #Sosialisasi Keselamatan Kereta #Keselamatan Kereta Api #perlintasan sebidang #KAI Daop 9 Jember