RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang melakukan inspeksi menyeluruh pada lintas Semarang Tawang–Cepu, Kamis (7/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipatif menghadapi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu operasional perjalanan kereta api.
Inspeksi dilakukan menggunakan lori inspeksi atau dressin dan dipimpin langsung oleh Kepala Daop 4 Semarang, Muhamad Arie Fathurrochman, bersama jajaran manajemen, tim Quality Control (QC), serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat.
Pemeriksaan menyasar seluruh stasiun hingga titik-titik lintas yang masuk dalam Daftar Pantauan Khusus (Dapsus). Fokus pengawasan meliputi kondisi jalur rel, jembatan, area rawan pergerakan tanah, hingga lokasi yang berpotensi terdampak curah hujan tinggi.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan inspeksi lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional tetap andal di tengah dinamika cuaca.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama kami. Melalui inspeksi langsung di lapangan, kami memastikan seluruh SDM, prasarana serta fasilitas dalam kondisi andal serta siap menghadapi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Lintas Semarang Tawang–Cepu merupakan salah satu jalur vital di wilayah utara Pulau Jawa. Jalur tersebut melayani perjalanan kereta api penumpang maupun barang sehingga keandalan infrastrukturnya menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional.
Sebanyak 17 stasiun turut diinspeksi dalam kegiatan tersebut. Masing-masing meliputi Alastua, Brumbung, Tegowanu, Gubug, Karangjati, Sedadi, Ngrombo, Gambringan, Jambon, Panunggalan, Kradenan, Sulur, Doplang, Randublatung, Wadu, Kapuan, hingga Cepu.
Baca Juga: Sengketa Sertifikat Ganda Atau Tumpang Tindih
Selain pengecekan menyeluruh, KAI juga melakukan identifikasi titik rawan dan memastikan kesiapan peralatan siaga untuk penanganan darurat. Pembinaan terhadap petugas lapangan turut dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan operasional akibat cuaca ekstrem.
Sejumlah titik menjadi perhatian khusus dalam inspeksi tersebut, terutama wilayah Brumbung, Tegowanu, Gubug, hingga segmen Doplang–Randublatung yang dinilai rawan terdampak hujan dengan intensitas tinggi.
Pada Km 63+500 petak Doplang–Randublatung, pengawasan dilakukan lebih intensif karena terdapat potensi pergerakan tanah saat curah hujan meningkat.
“Kami telah menyiapkan langkah mitigasi secara komprehensif, mulai dari pemantauan berkala dengan memasang CCTV, kesiapan alat material untuk penanganan darurat, hingga optimalisasi personel di lapangan agar operasional tetap berjalan dengan selamat,” tambah Luqman.
Editor : Lugas Rumpakaadi