RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah rimbunnya hutan kawasan Kecamatan Giri, tersimpan destinasi yang belum banyak tersentuh wisata massal. Goa Sodong hadir sebagai oase alami dengan mata air jernih yang mengalir langsung dari perut bumi, menawarkan pengalaman wisata berbeda: tenang, sejuk, sekaligus sarat nuansa spiritual.
Berada di Dusun Pelinggihan, Desa Grogol, lokasi ini dapat dijangkau sekitar 30–40 menit dari pusat Banyuwangi. Meski sebagian akses jalan masih alami, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat mencapai area wisata. Justru, perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman, dengan lanskap pedesaan dan hutan yang masih asri.
Keunikan Alam yang Tidak Biasa
Goa Sodong bukan sekadar goa biasa. Struktur geologinya menghadirkan kejutan: dari luar terlihat sempit, namun bagian dalamnya jauh lebih luas. Fenomena ini terbentuk secara alami dari batuan kapur yang terkikis air selama bertahun-tahun.
Daya tarik utama terletak pada mata air yang keluar langsung dari dalam goa. Airnya jernih, dingin, dan segar, mengalir ke kolam alami yang dimanfaatkan pengunjung untuk mandi. Bahkan, masyarakat setempat menyebut terdapat hingga tujuh sumber mata air di kawasan ini.
Lingkungan sekitar yang dipenuhi pepohonan lebat menciptakan suasana teduh dengan udara yang sejuk. Tak heran jika tempat ini kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin “healing” jauh dari keramaian.
Wisata Tenang dengan Sentuhan Modern
Meski masih tergolong hidden gem, pengelolaan Goa Sodong mulai berkembang. Beberapa fasilitas sederhana seperti gazebo dan warung telah tersedia. Menariknya, kini juga hadir kafe di sekitar aliran sungai yang menawarkan konsep santai menyatu dengan alam.
Spot foto alami menjadi daya tarik lain. Perpaduan air jernih, bebatuan, dan hijaunya hutan menciptakan latar visual yang kuat tanpa perlu sentuhan buatan.
Jejak Spiritual dan Cerita Leluhur
Di balik keindahan alamnya, Goa Sodong menyimpan cerita panjang. Lokasi ini dahulu dikenal sebagai tempat pertapaan tokoh spiritual lokal. Nama Mbah Kencling atau H. Hasan sering dikaitkan dengan sejarah kawasan tersebut dalam cerita masyarakat setempat.
Hingga kini, sebagian warga masih meyakini unsur mistis dan spiritual di lokasi ini. Air dari goa bahkan dipercaya memiliki manfaat kesehatan, meski hal ini lebih bersifat kearifan lokal.
Sejak sekitar 2018, kawasan ini mulai dikembangkan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. Pengembangan dilakukan secara bertahap tanpa menghilangkan keaslian alamnya.
Hidden Gem yang Layak Dijelajahi
Goa Sodong menawarkan kombinasi langka: keunikan geologi, kejernihan sumber air alami, serta nilai sejarah dan spiritual yang masih hidup dalam tradisi masyarakat.
Di tengah dominasi wisata pantai dan gunung di Banyuwangi, Goa Sodong menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman lebih personal dan berbeda.
Dengan potensi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin destinasi ini akan menjadi primadona baru—tanpa kehilangan identitasnya sebagai surga tersembunyi di tengah hutan. (*)
Editor : Ali Sodiqin