Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

“Senja di AWT” Banyuwangi: Wisata Sore Kaki Gunung Ijen, Sajikan Kuliner, Seni, dan Panorama Selat Bali

Ali Sodiqin • Selasa, 5 Mei 2026 | 12:35 WIB
“Senja di AWT” Banyuwangi hadirkan wisata sore lengkap: panorama Gunung Ijen, kuliner khas, seni budaya, dan UMKM lokal dalam satu destinasi. (foto: banyuwangikab.go.id)
“Senja di AWT” Banyuwangi hadirkan wisata sore lengkap: panorama Gunung Ijen, kuliner khas, seni budaya, dan UMKM lokal dalam satu destinasi. (foto: banyuwangitourism.com)

Inovasi pariwisata Banyuwangi kembali mencuri perhatian. “Senja di AWT” di Agrowisata Taman Suruh menghadirkan paket wisata sore lengkap—panorama Gunung Ijen, kuliner khas, hingga pertunjukan seni dalam satu lokasi.


RADARBANYUWANGI.ID – Sektor pariwisata di Bumi Blambangan terus menunjukkan geliatnya. Terbaru, Agrowisata Taman Suruh (AWT) meluncurkan konsep wisata sore bertajuk “Senja di AWT”, yang memadukan keindahan alam pegunungan dengan kekayaan budaya lokal.

Berlokasi di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, destinasi ini berada di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut. Dari titik tersebut, pengunjung disuguhi lanskap spektakuler: hamparan hijau kaki Gunung Ijen hingga garis biru Selat Bali di kejauhan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai alternatif wisata keluarga yang terjangkau dan inklusif. Tidak hanya menghadirkan pengalaman visual, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga bisa mengeksplor kuliner khas Banyuwangi serta menyaksikan atraksi seni dan budaya,” ujarnya, dilansir dari laman banyuwangitourism.com.

Konsep ini sekaligus menjadi panggung bagi pelaku UMKM lokal. Lebih dari 50 pelaku usaha dilibatkan untuk menghadirkan beragam produk unggulan kepada wisatawan.

Pilihan kuliner yang tersedia sangat beragam. Mulai dari hidangan tradisional seperti rujak soto, kesrut, dan gado-gado, hingga jajanan klasik seperti kue cucur gula merah. Bagi generasi muda, tersedia pula berbagai menu kekinian yang disesuaikan dengan tren wisata.

Tak hanya kuliner, sisi artistik menjadi daya tarik utama lainnya. Seniman lokal diberi ruang untuk menampilkan karya seni rupa, melakukan live sketch, hingga berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Suasana semakin hidup dengan pertunjukan musik akustik, kesenian tradisional, hingga atraksi bela diri yang digelar sepanjang acara. Kombinasi ini menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga edukatif dan kultural.

Antusiasme publik mulai terlihat sejak peluncuran perdana pada 1 Mei 2026. Salah satu wisatawan, Nova asal Bali, mengaku terkesan dengan konsep yang ditawarkan.

“Asyik banget. Bisa berburu makanan enak sambil menikmati view Selat Bali dari ketinggian. Udaranya juga segar, cocok untuk refreshing,” ujarnya.

Program “Senja di AWT” dijadwalkan menjadi agenda rutin yang digelar setiap akhir pekan pada awal bulan, yakni Jumat hingga Minggu. Festival dimulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB—waktu ideal untuk menikmati panorama matahari terbenam dengan langit jingga khas Banyuwangi.

Dengan konsep yang memadukan alam, budaya, dan ekonomi kreatif, Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Senja di AWT Banyuwangi #wisata sore Banyuwangi #Agrowisata Taman Suruh #wisata Gunung Ijen #kuliner dan seni Banyuwangi