RADARBANYUWANGI.ID - Layanan kereta api jarak jauh di Kabupaten Banyuwangi kembali bertambah. PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan KA Sangkuriang untuk rute Ketapang, Banyuwangi–Bandung. Keberangkatan perdana dari Banyuwangi dilakukan Sabtu (2/5/2026) sore, setelah sehari sebelumnya, Jumat (1/5/2026), peresmian digelar dari arah sebaliknya.
Vice President KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menjelaskan bahwa perjalanan ini merupakan keberangkatan kedua secara keseluruhan sejak peluncuran layanan tersebut.
“Hari ini kita akan ada keberangkatan pertama KA Sangkuriang dari Ketapang, Banyuwangi ke Bandung. Untuk peresmiannya sudah dilakukan kemarin dari Bandung ke Ketapang, dan ini adalah keberangkatan kedua,” ujarnya.
KA Sangkuriang berangkat dari Stasiun Ketapang pada pukul 15.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandung pukul 08.30 WIB keesokan harinya. Total waktu tempuh perjalanan mencapai sekitar 17 jam 30 menit.
Kereta ini menawarkan variasi kelas layanan yang cukup lengkap. Terdapat satu kereta compartment suite eksklusif dengan kapasitas 16 penumpang, yang pada keberangkatan ini terisi 13 orang.
Selain itu, tersedia empat kereta kelas eksekutif dengan kapasitas masing-masing 50 tempat duduk, serta tiga kereta ekonomi dengan kapasitas 80 kursi per kereta.
“Ini unik, ada satu compartment suite di belakang dengan kapasitas 16 dan hari ini sudah terisi 13. Untuk keseluruhan okupansi dari kereta ini mencapai 465,” terang Hengky.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari tingkat keterisian kursi. Secara keseluruhan, okupansi perjalanan bahkan menembus angka lebih dari 140 persen hingga tujuan akhir Bandung. Sementara untuk wilayah Daop 9 Jember, tingkat okupansi sudah mencapai 99 persen sejak siang hari.
Pengoperasian KA Sangkuriang turut berdampak pada penyesuaian layanan kereta lain. Salah satunya adalah KA Blambangan Ekspres yang kini tidak lagi berhenti di Stasiun Tunguburuk.
“Blambangan Ekspres yang sebelumnya berhenti di Stasiun Temuguruh, sekarang harus kita langsungkan untuk alasan keselamatan dan operasional,” jelasnya.
KAI berharap kehadiran KA Sangkuriang mampu menjadi alternatif transportasi andalan sekaligus mendorong sektor pariwisata antarwilayah, khususnya jalur Banyuwangi–Bandung dan konektivitas ke kota besar lain seperti Yogyakarta.
“Ini alarm yang bagus untuk kita. Semoga ke depan okupansi dari KA Sangkuriang bisa berlanjut bagus dan mendukung pariwisata,” pungkas Hengky.
Editor : Lugas Rumpakaadi