Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tanpa Transit, KA Sangkuriang Sambungkan Banyuwangi–Bandung, Disambut Antusias Penumpang

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:35 WIB
Lokomotif CC 206 13 85 dihias dalam rangka pemberangkatan perdana Kereta Api Sangkuriang dari Stasiun Ketapang menuju Bandung, Sabtu (2/5/2026). (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
Lokomotif CC 206 13 85 dihias dalam rangka pemberangkatan perdana Kereta Api Sangkuriang dari Stasiun Ketapang menuju Bandung, Sabtu (2/5/2026). (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember resmi mengoperasikan perjalanan perdana KA Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung, Sabtu (2/5/2026). Peluncuran ini menjadi tonggak baru konektivitas lintas Jawa dari Banyuwangi menuju Jawa Barat tanpa perlu transit.

Seremoni pemberangkatan berlangsung khidmat di Stasiun Ketapang. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas melepas langsung perjalanan perdana, didampingi Vice President Daop 9 Jember Hengky Prasetyo serta jajaran Forkopimda Banyuwangi.

Prosesi diawali tradisi pecah kendi sebagai simbol keselamatan perjalanan. Setelah itu, Bupati memberikan Semboyan 40 kepada masinis sebagai tanda resmi keberangkatan kereta.

Vice President Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menegaskan bahwa kehadiran KA Sangkuriang menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan perjalanan jarak jauh yang nyaman dan praktis.

“Kami menghadirkan KA Sangkuriang dengan standar pelayanan tinggi guna memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi pelanggan. Kereta ini tidak hanya sekadar moda transportasi, namun juga simbol kolaborasi kuat antara KAI dengan pemerintah daerah dalam memajukan mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata,” ujarnya.

KA Sangkuriang hadir dengan formasi rangkaian modern berbasis stainless steel untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Komposisinya meliputi satu kereta compartment berkapasitas 16 tempat duduk, empat kereta eksekutif dengan total 200 kursi, serta tiga kereta ekonomi berkapasitas 240 kursi.

Selain itu, tersedia satu kereta restorasi untuk layanan kuliner selama perjalanan dan satu kereta pembangkit sebagai penunjang operasional.

Antusiasme masyarakat pada hari pertama operasional tergolong tinggi. Dari keberangkatan di Stasiun Ketapang, tercatat 186 penumpang atau 41 persen dari kapasitas telah terisi.

Secara keseluruhan di wilayah Daop 9 Jember, jumlah penumpang mencapai 495 orang atau 109 persen dari kapasitas. Tingginya angka ini dipengaruhi oleh sistem penumpang parsial atau dinamis (estafet) di sejumlah stasiun.

Rinciannya, kelas compartment terisi 12 penumpang (75 persen), eksekutif 189 penumpang (95 persen), dan ekonomi mencapai 294 penumpang (123 persen).

Manajemen KAI Daop 9 Jember menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan seluruh pihak terkait dalam peluncuran layanan ini.

Kehadiran KA Sangkuriang diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di sepanjang jalur yang dilalui.

KAI juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI serta selalu mematuhi aturan keselamatan selama berada di area perkeretaapian.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KA Sangkuriang #Kereta Ketapang Bandung #Transportasi Jawa #Banyuwangi Bandung #KAI Daop 9 Jember