Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kereta Api Bukit Serelo Kian Diminati, Penumpang Tumbuh 7,32 Persen di Awal 2026, Jadi Tulang Punggung Mobilitas Sumatera Selatan

Lugas Rumpakaadi • Senin, 27 April 2026 | 08:23 WIB
Kereta Api Bukit Serelo memperkuat mobilitas Sumatra Selatan dengan kenaikan penumpang 7,32 persen pada Triwulan I 2026. (Antara)
Kereta Api Bukit Serelo memperkuat mobilitas Sumatera Selatan dengan kenaikan penumpang 7,32 persen pada Triwulan I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah luasnya wilayah Sumatera Selatan yang mencapai 91.592,43 kilometer persegi, jarak bukan sekadar ukuran geografis. Bagi lebih dari 8,9 juta penduduk, mobilitas antarkota adalah kebutuhan harian yang menentukan ritme kehidupan.

Kereta Api Bukit Serelo hadir sebagai simpul penting konektivitas. Moda transportasi berbasis rel ini menjaga aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial tetap berjalan stabil di tengah sebaran wilayah yang luas.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2025 menunjukkan struktur ekonomi daerah ini ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan, dan jasa. Sebaran pusat ekonomi yang tidak terpusat membuat kebutuhan transportasi massal yang andal menjadi krusial.

Lintasan Kertapati (Palembang) menuju Lubuklinggau sepanjang 294 kilometer pun menjadi salah satu jalur vital. Jalur ini menghubungkan kawasan strategis yang menopang denyut ekonomi Bumi Sriwijaya.

Kinerja KA Bukit Serelo menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, jumlah pelanggan mencapai 141.122 orang. Angka ini meningkat 7,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 131.494 pelanggan.

Peningkatan ini menegaskan bahwa moda transportasi rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan peran strategis layanan ini.

“KA Bukit Serelo melayani perjalanan jarak jauh yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Tarif yang terjangkau memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif dan menjaga aktivitas ekonomi,” ujarnya, dikutip Antara.

Melalui skema Public Service Obligation (PSO) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tarif maksimal perjalanan hanya Rp32.000. Kebijakan ini menjadi faktor penting meningkatnya minat masyarakat.

Perjalanan selama lebih dari tujuh jam ini melintasi wilayah strategis seperti Prabumulih, Muara Enim, dan Lahat. Kawasan tersebut dikenal sebagai basis ekonomi sumber daya alam dan perdagangan.

Keunggulan utama kereta api terletak pada kepastian jadwal. Di tengah potensi kemacetan jalur darat sepanjang hampir 300 kilometer, moda rel menawarkan efisiensi waktu yang sulit ditandingi.

Efisiensi biaya transportasi turut memberi dampak lanjutan. Pengeluaran yang lebih hemat memungkinkan masyarakat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan usaha mikro.

Selain itu, jalur yang melintasi kawasan perbukitan Lahat dan aliran sungai juga membuka peluang pengembangan wisata domestik.

Anne menambahkan, penguatan transportasi rel menjadi langkah strategis untuk masa depan wilayah.

“Infrastruktur transportasi yang andal memberi dampak langsung pada kehidupan masyarakat. Aktivitas berjalan lebih teratur, waktu lebih terjaga, dan produktivitas dapat meningkat,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI #sumatera selatan #Kereta Api #BUkit Serelo