RADARBANYUWANGI.ID - Eksistensi Kereta Api Progo, yang akrab disapa “Sepur Praga”, kian mengukuhkan diri sebagai tulang punggung mobilitas antardaerah yang menghubungkan Yogyakarta dan Jakarta. Memasuki medio 2026, layanan kereta kelas ekonomi ini menunjukkan performa yang konsisten menanjak di tengah kompetisi moda transportasi.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, sepanjang Triwulan I 2026, KA Progo melayani 115.796 pelanggan. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 109.511 penumpang. Kenaikan ini mempertegas daya tarik layanan berbasis tarif terjangkau dengan kualitas kenyamanan yang terus ditingkatkan.
KA Progo saat ini mengoperasikan satu perjalanan reguler setiap hari, menghubungkan Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta dengan Stasiun Pasar Senen di Jakarta. Di sepanjang jalur selatan, kereta ini berhenti di sejumlah simpul strategis seperti Wates, Kutoarjo, Kebumen, Gombong, Purwokerto, hingga Cirebon Prujakan dan Jatinegara. Rute tersebut menjadi urat nadi penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan selatan Pulau Jawa.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan peningkatan layanan secara berkelanjutan. Menurutnya, KA Progo kini juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih humanis.
“Perjalanan dengan kereta api terasa lebih nyaman dan memberi ruang bagi pelanggan untuk menikmati setiap momen selama di perjalanan,” ujar Anne, dikutip Antara.
Selain faktor fungsional, daya tarik KA Progo juga terletak pada panorama yang disuguhkan sepanjang lintasan selatan Jawa. Penumpang disuguhi pemandangan yang beragam, mulai dari bentang sawah hijau, kontur perbukitan yang estetis di wilayah Purwokerto, hingga lanskap urban perkotaan yang padat saat memasuki Jakarta.
Editor : Lugas Rumpakaadi