RADARBANYUWANGI.ID - Akses menuju kawasan timur Pulau Jawa kian mudah dijangkau. Kehadiran layanan kereta api jarak menengah, KA Ijen Ekspres, pada relasi Malang–Ketapang (Banyuwangi) pulang-pergi menjadi katalis baru bagi mobilitas masyarakat sekaligus penggerak sektor pariwisata.
Sejak mulai beroperasi pada 1 Februari 2025, kereta yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini menunjukkan performa yang terus menanjak. Data terbaru mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026, KA Ijen Ekspres telah melayani 56.105 pelanggan. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 22.352 pelanggan.
Peningkatan signifikan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang nyaman, efisien, dan tepat waktu terus meningkat. Selain itu, konektivitas antardaerah yang semakin baik juga ikut mendorong pergerakan ekonomi lokal.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa kehadiran KA Ijen Ekspres memang dirancang untuk memperkuat akses menuju kawasan timur Jawa yang memiliki potensi wisata besar.
“Kereta api menghadirkan perjalanan yang terukur dari sisi waktu dan nyaman, sekaligus memberi kesempatan bagi pelanggan untuk melihat langsung karakter wilayah yang dilintasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Antara.
Tidak sekadar alat transportasi, KA Ijen Ekspres juga menawarkan pengalaman visual yang khas sepanjang perjalanan. Dari Malang, penumpang diajak menikmati suasana pegunungan yang sejuk. Kereta kemudian melintas di tengah bentang sawah luas di Pasuruan dan Probolinggo, sebelum memasuki kawasan perkebunan hijau di Jember.
Memasuki Banyuwangi, lanskap berubah menjadi hutan dan perbukitan yang memberikan nuansa eksotis. Setibanya di Stasiun Ketapang, wisatawan langsung terhubung dengan berbagai destinasi unggulan seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, hingga deretan pantai di ujung timur Pulau Jawa.
Fleksibilitas jadwal keberangkatan, baik pagi maupun malam, turut menjadi daya tarik tersendiri. Penumpang dapat menyesuaikan waktu perjalanan dengan agenda wisata maupun kebutuhan bisnis.
Anne menambahkan, konektivitas yang dibangun melalui layanan kereta api tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang lebih luas.
“Konektivitas yang terbangun melalui kereta api memberi manfaat bagi masyarakat. Perjalanan menjadi lebih efisien, destinasi semakin mudah dijangkau, dan aktivitas di berbagai daerah ikut bergerak,” pungkasnya.
Untuk kemudahan akses, masyarakat dapat melakukan pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi Access by KAI.
Editor : Lugas Rumpakaadi