Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penumpang Kereta Api Naik, Peran Stasiun Gundih Kian Strategis di Jawa Tengah

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 26 April 2026 | 09:58 WIB
Stasiun Gundih mencatatkan kenaikan penumpang sebesar 10,05 persen pada Triwulan I 2026. (Antara)
Stasiun Gundih mencatatkan kenaikan penumpang sebesar 10,05 persen pada Triwulan I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Aktivitas masyarakat di jalur tengah Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Hal itu tercermin dari lonjakan volume penumpang di Stasiun Gundih yang kian menegaskan perannya sebagai simpul transportasi penting.

Sebagai stasiun persimpangan bersejarah di Kabupaten Grobogan, Stasiun Gundih kini menjadi tumpuan mobilitas warga. Moda transportasi berbasis rel dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai bekerja, berdagang, hingga menempuh pendidikan.

Berdasarkan data operasional triwulan I 2026, tercatat 10.530 pelanggan melakukan keberangkatan dan 11.161 pelanggan tiba di stasiun ini. Angka tersebut naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kenaikan tersebut selaras dengan kondisi demografi daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat jumlah penduduk Grobogan telah melampaui 1,4 juta jiwa, dengan dominasi usia produktif. Mayoritas masyarakat bekerja di sektor pertanian, perdagangan, dan jasa yang membutuhkan akses transportasi cepat dan tepat waktu.

Salah satu penggerak utama peningkatan ini adalah kehadiran layanan KA Banyubiru. Kereta dengan relasi Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng – Stasiun Solo Balapan ini menawarkan tarif terjangkau Rp40 ribu dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas layanan transportasi.

“KA Banyubiru membantu masyarakat melakukan perjalanan jarak dekat dan menengah dengan lebih mudah. Hal ini membuat banyak daerah tetap terhubung dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya, dikutip Antara.

Tidak hanya soal angka, Stasiun Gundih juga menyimpan nilai historis. Bangunan yang didominasi kayu jati tua tetap terjaga, menghadirkan nuansa klasik di tengah kawasan hutan jati Kecamatan Geyer. Keberadaan layanan kereta turut memicu efek ekonomi berantai, dari kemudahan akses layanan kesehatan hingga pertumbuhan destinasi wisata seperti Waduk Kedung Ombo.

Anne optimistis penguatan peran stasiun ini akan terus membuka peluang baru.

“Kehadiran kereta api di Stasiun Gundih menunjukkan bahwa perjalanan memberi dampak luas bagi masyarakat. Akses terhadap pekerjaan semakin terbuka, peluang usaha berkembang, dan hubungan antarwilayah terasa dekat,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#stasiun gundih #jawa tengah #Kereta Api