Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mobilitas Melejit di Koridor Yogyakarta–Solo–Madiun, Kereta Api Kian Dominan Jadi Tulang Punggung Transportasi Masyarakat

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 25 April 2026 | 11:01 WIB
Mobilitas masyarakat Yogyakarta-Solo-Madiun meningkat pesat pada Triwulan I 2026. (Antara)
Mobilitas masyarakat Yogyakarta-Solo-Madiun meningkat pesat pada Triwulan I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Denyut mobilitas masyarakat di koridor Yogyakarta–Solo hingga aglomerasi Madiun menunjukkan geliat yang kian menguat pada awal 2026. Transportasi berbasis rel, khususnya kereta api, semakin mengukuhkan diri sebagai tulang punggung pergerakan warga lintas wilayah.

Memasuki Triwulan I 2026, lonjakan jumlah penumpang terjadi di hampir seluruh layanan kereta api lokal dan komuter. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap moda transportasi yang menawarkan kepastian waktu serta efisiensi biaya.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, menegaskan bahwa kereta api kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kereta api kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Perjalanan menjadi lebih pasti, terjangkau, dan mampu menjangkau lebih banyak titik aktivitas, termasuk kawasan wisata dan pusat kuliner di Yogyakarta, Solo, hingga Madiun,” ujarnya, dikutip Antara.

Kenaikan signifikan tampak pada layanan Prambanan Ekspres (Prameks) relasi Kutoarjo–Yogyakarta. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah pelanggan mencapai 277.045 orang, tumbuh 16,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan tarif terjangkau Rp8.000, Prameks tetap menjadi pilihan utama komuter dari Purworejo dan Kulon Progo.

Sementara itu, KRL Commuter Line Yogyakarta–Palur mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Layanan ini mengangkut 2.222.716 penumpang atau meningkat 19,19 persen secara tahunan. Tingginya permintaan ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap frekuensi perjalanan yang lebih intens di kawasan aglomerasi.

Akses Bandara Ikut Terkerek

Peningkatan mobilitas juga terlihat pada layanan kereta bandara. KA Bandara YIA mencatat 697.267 penumpang, tumbuh 12,11 persen. Adapun KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS) di wilayah Solo mencatat lonjakan lebih tinggi, yakni 31,12 persen.

Di sisi lain, layanan KA Batara Kresna tetap konsisten menjaga konektivitas wilayah selatan Solo menuju Wonogiri dengan melayani 40.763 pelanggan.

Anne menilai, tren ini menjadi sinyal kuat bagi operator untuk menyiapkan kapasitas dan layanan yang lebih optimal.

“Ketika mobilitas terus meningkat, kebutuhan akan layanan dengan kapasitas yang lebih besar, frekuensi yang lebih tinggi, serta operasional yang semakin efisien menjadi semakin relevan untuk dipersiapkan sejak sekarang,” jelasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#transportasi #solo #madiun #yogyakarta #Kereta Api