RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik bagi warga Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan seluruh layanan transportasi publik unggulan pada Jumat (24/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Transportasi Nasional. Kebijakan ini mencakup layanan MRT Jakarta, LRT Jakarta, hingga TransJakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum secara berkelanjutan.
“Selamat Hari Transportasi Nasional. Pada tanggal 24 April ini, Pemerintah DKI Jakarta menyambut Hari Transportasi dengan memberikan fasilitas kemudahan atau gratis,” ujar Pramono dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, kemudahan akses tanpa biaya diharapkan dapat mengubah pola pikir warga dalam memilih moda transportasi. Selama ini, ketergantungan pada kendaraan pribadi masih menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jakarta.
“Pemerintah Jakarta menginginkan masyarakat semakin terbiasa menggunakan fasilitas transportasi umum yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” imbuhnya.
Langkah progresif ini juga diperkuat oleh tren positif penggunaan transportasi publik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang. Hingga Juli 2025, TransJakarta masih menjadi moda favorit dengan 37,6 juta pengguna. Disusul MRT sebanyak 4,3 juta penumpang, sementara LRT mencatat 118 ribu pengguna.
Pemprov DKI optimistis kebijakan tarif nol rupiah ini akan mendongkrak jumlah pengguna secara signifikan dalam satu hari tersebut. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat menuju sistem transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Editor : Lugas Rumpakaadi