RADARBANYUWANGI.ID - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.
Terbaru, perusahaan pelat merah ini meluncurkan KAI Green Movement Program sebagai langkah nyata untuk menekan emisi karbon sekaligus membangun budaya kerja berkelanjutan.
Program tersebut menyasar perubahan perilaku pegawai, khususnya di lingkungan Kantor Daop 4 Semarang.
Fokus utamanya mencakup pengurangan emisi karbon, peningkatan kesadaran lingkungan, serta penguatan keterlibatan pegawai dalam aksi nyata.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menegaskan bahwa gerakan ini diarahkan untuk membentuk kebiasaan baru yang berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami ingin membangun budaya kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh pegawai akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Sebagai langkah implementasi, KAI Daop 4 Semarang mengimbau ratusan pegawai untuk menggunakan moda transportasi non-bahan bakar minyak setiap hari Kamis.
Pilihan yang dianjurkan meliputi berjalan kaki, bersepeda, kendaraan listrik, hingga transportasi umum.
Tak hanya itu, pegawai juga diwajibkan membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kantor.
Kebijakan sederhana ini dinilai efektif untuk menekan jumlah sampah harian.
Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat strategi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan.
Salah satunya dengan memasang panel surya di sejumlah titik operasional.
Pemanfaatan energi surya telah diterapkan di beberapa lokasi strategis, antara lain Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Batang, serta Kantor Daop 4 Semarang.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dalam jangka panjang.
“Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan energi surya juga menjadi bagian dari upaya efisiensi perusahaan,” imbuh Luqman.
Editor : Lugas Rumpakaadi