RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat terus mengoptimalkan pelayanan kepada pelanggan di tengah upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional tetap berjalan optimal sekaligus menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan.
“Kami terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi publik yang efisien, terjangkau, sekaligus ramah lingkungan, salah satunya dengan mengoptimalisasi penggunaan BBM subsidi,” ujar Reza di Padang, Selasa (21/4/2026), dikutip Antara.
Selama periode Januari hingga Maret 2026, KAI Divre II Sumbar mencatat konsumsi BBM subsidi sebesar 225.480 liter untuk melayani 512.741 pelanggan.
Menurut Reza, penggunaan energi tersebut dilakukan secara terukur agar tetap efisien di tengah keterbatasan sumber daya.
“Pemanfaatan energi tersebut dilakukan secara terukur dan efisien guna memastikan layanan transportasi tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan sumber daya energi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa efisiensi ini juga merupakan bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), khususnya dalam aspek akuntabilitas dan tanggung jawab.
KAI memastikan penggunaan BBM subsidi dilakukan secara transparan dan tepat sasaran sesuai ketentuan.
“Dengan tata kelola perusahaan yang baik, setiap sumber daya yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” ujarnya.
Dukungan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) turut berperan penting dalam menjaga tarif kereta api tetap terjangkau.
Program ini memungkinkan masyarakat menikmati transportasi yang aman, nyaman, dan ekonomis.
Reza menegaskan bahwa optimalisasi BBM subsidi menjadi bagian dari komitmen perusahaan agar manfaat subsidi benar-benar dirasakan masyarakat luas.
“Efisiensi energi yang kami lakukan berimplikasi pada biaya operasional yang lebih terkendali, sehingga tarif yang dikenakan kepada pelanggan tetap terjangkau. Di tengah keterbatasan BBM, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang hemat, aman, dan dapat diandalkan,” ujarnya.
Layanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar mencakup sejumlah rute jarak menengah seperti Padang–Naras pulang pergi serta KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam.
Penggunaan BBM tidak hanya untuk lokomotif, tetapi juga untuk kebutuhan listrik di dalam kereta, termasuk penerangan, pendingin udara, dan fasilitas pengisian daya.
Selain itu, seluruh armada diesel di wilayah ini telah menggunakan biosolar B40, yakni campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel.
“Penggunaan biosolar B40 tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI dalam mendukung target Net Zero Emission 2060,” jelas Reza.
Di sisi lain, KAI Divre II Sumbar juga mencatat penggunaan 65.900 liter BBM nonsubsidi untuk mendukung kegiatan perawatan sarana dan prasarana, termasuk alat kerja dan mesin perawatan jalur rel guna menjaga keselamatan perjalanan.
Melalui pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, terjangkau, dan berwawasan lingkungan.
Editor : Lugas Rumpakaadi