RADARBANYUWANGI.ID – Tren wisata berbasis alam di Banyuwangi kian memanas. Di tengah persaingan destinasi baru, Pesona Senja Sunset Point justru melesat cepat menjadi magnet wisata baru di kaki Gunung Raung.
Berlokasi di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, destinasi ini menawarkan pengalaman yang sulit ditolak: menyeruput kopi lokal sambil menikmati panorama matahari terbenam di tepi aliran sungai.
Namun daya tariknya bukan sekadar pemandangan.
Alam, Rel Kereta, dan Kopi Lokal Jadi Kombinasi Unik
Pesona Senja memadukan hamparan sawah hijau, suara gemericik sungai, dan latar megah Gunung Raung. Tak hanya itu, sensasi semakin lengkap dengan pemandangan kereta api yang melintas sekitar 800 meter dari lokasi.
Perpaduan ini menciptakan pengalaman visual dan atmosfer yang jarang ditemukan di destinasi lain.
Tak heran, dalam waktu singkat, lokasi ini ramai diserbu wisatawan—baik lokal maupun luar daerah.
Pemkab Dukung, Tapi Ingatkan Soal Lingkungan
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan apresiasi atas kreativitas warga yang mampu mengolah potensi alam menjadi penggerak ekonomi.
Menurutnya, keberadaan wisata ini juga mengangkat pamor kopi lokal khas wilayah selatan Banyuwangi.
“Ini bisa jadi magnet orang datang ke Glenmore. Tapi pengelolaan sampah harus serius dan kualitas UMKM harus dijaga,” tegasnya.
Pesan ini bukan tanpa alasan. Lonjakan wisatawan sering kali berbanding lurus dengan risiko kerusakan lingkungan jika tidak dikontrol.
Event Dongkrak Popularitas
Untuk mempercepat promosi, Desa Sumbergondo menggelar event “Ngopi Pinggir Kali dan Tubing” pada 18–19 April lalu. Kegiatan ini sukses menarik ratusan pengunjung.
Wisatawan menikmati kuliner UMKM secara lesehan di tepi sungai, sambil menunggu momen matahari terbenam.
Aktivitas tubing juga menjadi daya tarik tambahan yang membuat pengalaman wisata lebih interaktif.
Wisatawan Luar Daerah Mulai Berdatangan
Daya pikat Pesona Senja tak hanya dirasakan warga lokal. Wisatawan dari luar daerah mulai berdatangan, salah satunya Dewi Fatmawati asal Jember.
Ia mengaku terkesan dengan kondisi lingkungan yang masih terjaga.
“Sungainya bersih, suasananya sejuk, masyarakatnya ramah. Sangat rekomended untuk liburan keluarga,” ujarnya.
UMKM Panen Berkah, Kunjungan Tembus 500 Orang
Kepala Desa Sumbergondo, Taufik Hidayat, mengungkapkan tren kunjungan terus meningkat sejak destinasi ini dibuka tiga tahun lalu.
Saat akhir pekan, jumlah pengunjung bisa menembus 500 orang per hari.
Dampaknya langsung terasa bagi pelaku usaha lokal. Sekitar 20 UMKM aktif berjualan di lokasi, mulai dari makanan, minuman, hingga kopi asli petani Glenmore.
“Omzet satu UMKM saat libur bisa mencapai Rp1 juta per hari,” ungkapnya.
Antara Peluang Ekonomi dan Ancaman Lingkungan
Lonjakan popularitas ini membawa dua sisi. Di satu sisi, ekonomi warga bergerak cepat. Di sisi lain, ancaman terhadap kelestarian lingkungan mulai mengintai.
Pemerintah desa pun mulai memperketat imbauan agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai.
Wisata Baru, Ujian Keberlanjutan
Pesona Senja kini berada di fase krusial. Ketika popularitas meningkat, tantangan terbesar justru muncul: menjaga keseimbangan antara eksploitasi wisata dan pelestarian alam.
Jika dikelola dengan baik, destinasi ini berpotensi menjadi ikon baru Banyuwangi. Namun jika abai, keindahan yang menjadi daya tarik utama bisa cepat memudar.
Di kaki Gunung Raung, secangkir kopi kini bukan hanya soal rasa—tetapi juga tentang bagaimana sebuah desa menjaga masa depannya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin