Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Layani 128 Juta Pelanggan Kereta Api di Awal 2026, Perkuat Layanan Ramah Perempuan, Anak, dan Disabilitas

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 21 April 2026 | 10:33 WIB
KAI mencatat 128 juta pelanggan kereta api pada awal 2026. (KAI)
KAI mencatat 128 juta pelanggan kereta api pada awal 2026. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Perjalanan menggunakan kereta api kini semakin melekat dalam keseharian masyarakat Indonesia.

Dari rutinitas berangkat kerja di pagi hari, arus mudik saat Lebaran, hingga rencana perjalanan akhir pekan, kereta api menjadi ruang bersama yang menghadirkan mobilitas sekaligus pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group mencatat telah melayani 128.055.072 pelanggan.

Angka ini meningkat 9,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menegaskan tren penggunaan kereta api yang terus tumbuh di berbagai segmen perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa peningkatan layanan dilakukan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.

“KAI terus menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas ramah perempuan, akses ramah anak, hingga sarana ramah disabilitas,” ujarnya, dikutip Antara.

Layanan kereta api jarak jauh dan lokal mencatat 14.515.350 pelanggan atau naik 18,40%.

Sementara itu, Commuter Line tetap menjadi tulang punggung mobilitas harian dengan 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11%.

“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi,” jelas Anne.

Pertumbuhan juga terjadi pada layanan lain, seperti LRT Jabodebek dengan 7.754.946 pelanggan, KAI Bandara 1.755.275 pelanggan, LRT Sumsel 1.084.242 pelanggan, layanan kereta cepat Whoosh sebanyak 1.408.815 pelanggan, serta KA Makassar–Parepare dengan 75.421 pelanggan.

Di tengah peningkatan jumlah pengguna, KAI terus memperkuat kualitas layanan.

Berbagai fasilitas ramah perempuan dihadirkan, seperti gerbong khusus wanita pada waktu tertentu di Commuter Line dan LRT Jabodebek, serta pemisahan toilet pria dan wanita di kereta jarak jauh. 

Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan perempuan juga dapat memilih tempat duduk berdekatan dengan sesama perempuan melalui fitur female seat map.

Bagi ibu hamil, tersedia kursi prioritas, loket khusus, hingga pin identitas.

Selain itu, sebanyak 120 ruang laktasi telah disediakan di berbagai stasiun untuk mendukung kenyamanan selama perjalanan.

Untuk pelanggan yang membawa anak, KAI menyediakan area bermain di sejumlah stasiun, tempat duduk prioritas, serta jalur evakuasi yang ramah keluarga.

Sementara bagi penyandang disabilitas, fasilitas seperti guiding block, ramp, lift di stasiun besar, hingga kursi prioritas terus diperkuat.

Dari sisi keamanan, KAI meningkatkan sistem pengawasan melalui integrasi Command Center dengan Contact Center, penguatan standar operasional, serta pemanfaatan teknologi CCTV Analytics di stasiun dan kereta.

“Kami terus memperkuat sistem dan pengawasan, sekaligus mengajak pelanggan untuk saling menjaga ruang bersama agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” tambah Anne.

Namun demikian, KAI juga mencatat adanya 20 keluhan terkait pelecehan seksual di layanan Commuter Line selama periode Januari–Maret 2026.

Data ini menjadi perhatian serius untuk peningkatan pengawasan, penegakan aturan, serta pendampingan korban hingga proses hukum berjalan.

“Perjalanan yang aman hadir dari sistem yang terjaga dan kepedulian bersama. Kami ingin setiap pelanggan merasa lebih tenang sejak berangkat hingga tiba di tujuan,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ramah perempuan #KAI #Kereta Api