Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisatawan Mancanegara Naik Kereta Api Tembus Rekor 129 Ribu di Awal 2026, KAI Sebut Tren Terus Menguat

Lugas Rumpakaadi • Senin, 20 April 2026 | 11:21 WIB
Jumlah wisman pengguna kereta api Indonesia mencapai 129.105 pada Triwulan I 2026. (Antara)
Jumlah wisman pengguna kereta api Indonesia mencapai 129.105 pada Triwulan I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 129.105 pelanggan wisman pada Triwulan I 2026, menjadi angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa kereta api kini semakin diminati wisatawan asing sebagai moda transportasi antarkota.

“Kereta api kini semakin akrab bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan antarkota di Indonesia,” ujarnya, dikutip Antara.

Pertumbuhan jumlah wisman ini terjadi secara konsisten sejak 2022.

Pada Triwulan I 2022 tercatat 26.225 pelanggan, kemudian melonjak menjadi 103.722 pada 2023.

Angka tersebut terus meningkat menjadi 121.329 pada 2024, 128.933 pada 2025, dan mencapai 129.105 pada tahun ini.

Tren ini menunjukkan bahwa perjalanan dengan kereta api semakin masuk dalam perencanaan wisata turis asing.

Peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai perbaikan layanan.

Kenyamanan kereta, kemudahan pembelian tiket, serta ketepatan waktu perjalanan menjadi faktor utama yang mendorong minat wisman.

Pengalaman perjalanan yang lebih terprediksi dan praktis turut memperkuat daya tarik transportasi berbasis rel ini.

Dari sisi keberangkatan, pergerakan wisman terkonsentrasi di sejumlah stasiun besar.

Stasiun Gambir menjadi yang tertinggi dengan 20.881 wisman, diikuti Yogyakarta (17.912) dan Bandung (11.371).

Stasiun lain yang masuk dalam daftar antara lain Pasar Senen, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang, Malang, Surabaya Pasar Turi, Cirebon, dan Solo Balapan.

Destinasi yang terhubung dari stasiun-stasiun tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri.

Yogyakarta tetap menjadi favorit karena kekayaan budaya, mulai dari Malioboro hingga kawasan candi.

Bandung menawarkan suasana pegunungan dan kreativitas urban, sementara Semarang menghadirkan nuansa kota lama.

Cirebon dan Solo dikenal dengan kekayaan kuliner serta tradisi lokalnya.

Di Jawa Timur, Surabaya menjadi simpul penting sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi, termasuk kawasan wisata alam seperti Bromo.

Sementara itu, Malang menawarkan suasana yang lebih tenang dengan udara sejuk dan ragam wisata alam.

Anne menambahkan bahwa perjalanan dengan kereta api memberikan pengalaman unik bagi wisatawan.

“Selama perjalanan, wisatawan bisa melihat langsung perubahan lanskap dari satu kota ke kota lain. Itu yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan,” katanya.

Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Perusahaan akan melakukan evaluasi berkelanjutan dengan memperhatikan masukan pelanggan serta perkembangan teknologi.

“KAI akan terus melakukan evaluasi layanan dengan mendengarkan suara pelanggan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan perjalanan saat ini,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#wisatawan mancanegara #KAI #Kereta Api