Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kereta Api Malabar Catat Lonjakan 39,9 Persen Penumpang, Perjalanan Bandung–Malang Kian Diminati

Lugas Rumpakaadi • Senin, 20 April 2026 | 11:05 WIB
Kereta Api Malabar mencatat kenaikan penumpang 39,9 persen pada Triwulan I 2026. (Antara)
Kereta Api Malabar mencatat kenaikan penumpang 39,9 persen pada Triwulan I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Perjalanan menggunakan kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi waktu, termasuk saat akhir pekan.

Salah satu layanan yang mencerminkan tren ini adalah KA Malabar, yang menghubungkan Bandung dan Malang melalui jalur selatan Pulau Jawa dengan panorama alam yang beragam.

Sepanjang Triwulan I 2026, KA Malabar melayani 232.422 pelanggan.

Angka tersebut meningkat 39,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 166.125 pelanggan.

Peningkatan ini mencerminkan minat masyarakat yang terus tumbuh terhadap moda transportasi yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan.

Lintasan KA Malabar dikenal memiliki karakter khas jalur selatan Pulau Jawa.

Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan hamparan sawah di wilayah Priangan Timur, perbukitan hijau di selatan Jawa Barat, hingga jembatan panjang yang melintasi lembah serta terowongan bersejarah.

Lanskap ini terus berganti saat kereta melintasi wilayah Tasikmalaya, Banjar, hingga menuju Yogyakarta dan Madiun.

Perjalanan sejauh kurang lebih 779 kilometer tersebut menghubungkan kota-kota dengan karakter berbeda.

Bandung dikenal dengan suasana kreatif dan udara sejuk, sementara Malang menawarkan kesejukan pegunungan serta akses ke kawasan wisata seperti Batu dan sekitarnya.

Kombinasi ini menjadikan kedua kota tersebut sebagai destinasi favorit untuk berlibur maupun berkumpul bersama keluarga.

KA Malabar merupakan satu-satunya layanan kereta api yang menghubungkan Bandung dan Malang secara langsung.

Dalam sehari, tersedia dua pilihan perjalanan, yakni KA Malabar Pagi dan KA Malabar Sore.

Layanan ini menggunakan rangkaian kelas eksekutif dan ekonomi premium berbahan stainless steel yang dirancang untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 30 April 2010, layanan ini terus mengalami penyesuaian mengikuti kebutuhan pelanggan.

Pembaruan sarana menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas perjalanan agar tetap optimal.

Rute KA Malabar mencakup sejumlah stasiun penting di jalur selatan, mulai dari Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Blitar, hingga Malang.

Konektivitas ini memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan antarkota secara efisien.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menyebut peningkatan jumlah pelanggan mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam bepergian.

“Perjalanan dengan kereta api sekarang memberi pengalaman yang berbeda, karena pelanggan bisa menikmati pemandangan yang terus berubah sepanjang jalur selatan, dari sawah, perbukitan, hingga terowongan. Kami terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pelanggan agar perjalanan antarkota semakin mudah direncanakan dan tetap nyaman untuk berbagai aktivitas,” ujar Anne, dikutip Antara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#malang #malabar #bandung #Kereta Api