Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stasiun Lampegan Cianjur Catat Lonjakan Penumpang Awal 2026, Kereta Api Siliwangi Jadi Andalan Mobilitas Warga

Lugas Rumpakaadi • Senin, 20 April 2026 | 10:51 WIB
Stasiun Lampegan di Cianjur mencatat peningkatan penumpang pada awal 2026. (Antara)
Stasiun Lampegan di Cianjur mencatat peningkatan penumpang pada awal 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah lanskap hijau perbukitan Cianjur, Stasiun Lampegan tetap menjadi simpul penting bagi mobilitas masyarakat lokal.

Meski berukuran kecil, stasiun ini memegang peran besar dalam menghubungkan desa dan kota melalui perjalanan kereta yang sederhana namun bermakna.

Setiap hari, stasiun ini melayani perjalanan KA Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi (PP). Kereta ini menjadi andalan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari berdagang, bekerja, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat 8.482 pelanggan berangkat dari Stasiun Lampegan dan 9.680 pelanggan tiba.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 7.502 pelanggan naik dan 7.589 pelanggan turun.

Kenaikan ini setara dengan 13,1 persen untuk penumpang berangkat dan 27,6 persen untuk penumpang datang.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menekankan bahwa peran stasiun kecil seperti Lampegan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Di Stasiun Lampegan, perjalanan terasa dekat dengan keseharian. Pagi hari, ada yang berangkat membawa dagangan ke kota. Siang hingga sore, ada yang kembali dengan cerita dan hasil usaha. Di sela itu, perjalanan juga menghubungkan keluarga yang saling menunggu di rumah,” ujar Anne, dikutip Antara.

Dengan tarif yang terjangkau, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000, KA Siliwangi membuka akses luas bagi masyarakat.

Kehadiran layanan ini mempermudah konektivitas menuju pusat aktivitas di Sukabumi, Cianjur, hingga Cipatat.

Di sekitar stasiun, kehidupan ekonomi masyarakat berkembang dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata.

Kedekatannya dengan Situs Gunung Padang turut membuka peluang bagi pergerakan wisatawan, terutama pada akhir pekan.

Selain sebagai pusat transportasi, Stasiun Lampegan juga memiliki nilai historis yang tinggi.

Dibangun pada periode 1879–1882, stasiun ini berkaitan erat dengan keberadaan Terowongan Lampegan.

Arsitektur bergaya kolonial dengan bentuk simetris, jendela besar, dan atap pelana masih terjaga keasliannya hingga kini.

Bangunan ini bahkan telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh unit pelestarian KAI.

Terletak di ketinggian sekitar 439 meter di atas permukaan laut, Stasiun Lampegan dikelilingi panorama alam berupa perbukitan, sawah, dan kebun teh.

Suasana tersebut tidak hanya memberikan pengalaman perjalanan yang unik, tetapi juga membuka potensi pengembangan wisata berbasis sejarah dan lanskap.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Lampegan menunjukkan bahwa layanan kereta api tetap menjadi pilihan bagi masyarakat di berbagai wilayah. KAI akan terus menjaga layanan ini agar tetap hadir dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan,” tambah Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#stasiun lampegan #siliwangi #cianjur #Kereta Api