Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ngopi Pinggir Kali Sumbergondo Melejit di Banyuwangi Attraction 2026, UMKM Tumbuh Pesat di Tengah Ledakan Wisata

Ali Sodiqin • Senin, 20 April 2026 | 03:00 WIB
Ngopi Pinggir Kali Sumbergondo jadi magnet Banyuwangi Attraction 2026. Wisata tubing dan UMKM lokal dorong ekonomi warga pesat. (banyuwangitourism.com)
Ngopi Pinggir Kali Sumbergondo jadi magnet Banyuwangi Attraction 2026. Wisata tubing dan UMKM lokal dorong ekonomi warga pesat. (banyuwangitourism.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Banyuwangi Attraction 2026 tak lagi sekadar panggung gemerlap seni budaya. Di balik sorotan festival megah, geliat ekonomi akar rumput justru mencuri perhatian.

Desa wisata mulai naik kelas, salah satunya lewat fenomena “Ngopi Pinggir Kali” di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, yang kini menjadi magnet baru wisata berbasis ekonomi lokal.

Di tengah derasnya arus modernisasi pariwisata, konsep sederhana berbasis alam ini justru meledak. Bukan panggung besar atau artis nasional, melainkan sungai jernih, kopi lokal, dan kebersamaan warga yang menjadi daya tarik utama.

Baca Juga: CPNS 2026 Dibuka Agustus? Ini Formasi 160 Ribu yang Disiapkan, Pelamar Diminta Bersiap

Dikutip dari laman banyuwangitourism.com Minggu sore (19/4/2026), kawasan di Kecamatan Glenmore itu dipadati pengunjung. Dari anak muda pemburu konten hingga keluarga yang mencari suasana santai, semuanya larut dalam atmosfer pedesaan yang asri.

Wisata Sederhana, Dampak Ekonomi Nyata

Di bantaran sungai yang tertata rapi, pengunjung duduk santai menikmati kopi dan camilan. Angin sore dan suara gemericik air menjadi “kemewahan baru” yang sulit ditemukan di kota.

Aya, salah satu pengunjung, melihat langsung dampak ekonomi yang tumbuh dari wisata ini. Menurutnya, pengelolaan potensi alam yang tepat mampu menggerakkan roda ekonomi warga.

“Tentu ini sangat membantu perekonomian di sekitar sini. Perputaran ekonomi meningkat,” ujarnya.

Baca Juga: Resmi! Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Ini Rincian Besaran dan Aturan Lengkapnya

Ia juga menyoroti kebersihan sungai sebagai faktor kunci. Di tengah maraknya destinasi yang rusak akibat over wisata, Sumbergondo justru tampil dengan wajah berbeda: bersih, alami, dan terjaga.

“Ada sunset yang sangat bagus, sungainya juga bersih. Datang ke sini tapi tetap jaga kebersihan,” tambahnya.

UMKM Jadi Tulang Punggung

Ledakan kunjungan tak hanya menguntungkan sektor wisata, tetapi juga langsung dirasakan pelaku UMKM. Salah satunya Muhammad Bagas Primaumbara, pedagang kopi yang telah berjualan sejak 2022.

Bagas menjadi saksi bagaimana kawasan ini berubah dari titik sepi menjadi pusat keramaian baru.

“Saya sudah sejak 2022 di sini. Setiap hari buka mulai sore sampai jam 9 malam,” tuturnya.

Keputusan membuka usaha sendiri berbuah manis. Kini, lapaknya menjadi salah satu yang ramai diserbu pengunjung.

Yang menarik, Bagas tidak sekadar menjual kopi. Ia membawa misi besar: mengangkat kopi lokal Glenmore langsung dari petani.

Baca Juga: CPNS 2026 Dibuka Agustus? Ini Formasi 160 Ribu yang Disiapkan, Pelamar Diminta Bersiap

“Saya ingin kopi lokal Glenmore makin dikenal. Kualitasnya sangat bagus,” katanya.

Di sinilah konflik sekaligus kekuatan Banyuwangi Attraction 2026 terlihat jelas: antara pariwisata besar berbasis event dan wisata kecil berbasis komunitas. Yang terakhir justru memberi dampak ekonomi lebih merata.

Tubing Murah, Adrenalin Maksimal

Tak hanya ngopi santai, pengunjung juga disuguhi pengalaman wisata air berupa tubing. Dengan tarif terjangkau, sensasi menyusuri sungai sejauh 1 kilometer menjadi daya tarik tersendiri.

Sungai Sumbergondo menawarkan aliran air jernih dengan arus yang cukup menantang, namun tetap aman bagi wisatawan.

Deandra Pitaloca, wisatawan asal Kelurahan Sobo, mengaku puas dengan pengalaman tersebut.

“Bayar Rp 15 ribu sudah lengkap peralatan, aman dan seru banget. Jaraknya 1 kilometer,” ungkapnya.

Pariwisata Berbasis Rakyat, Bukan Sekadar Event

Fenomena Ngopi Pinggir Kali menegaskan arah baru pariwisata Banyuwangi: tidak lagi bertumpu pada event besar semata, tetapi juga menghidupkan desa dan ekonomi lokal.

Baca Juga: Tol Gilimanuk–Mengwi Dirombak, Tak Lagi Full Tol: Pemerintah Kejar Target 2031 di Tengah Minat Investor

Kolaborasi antara sektor wisata dan pertanian menjadi kunci. Kopi lokal, sungai bersih, dan partisipasi warga menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

Namun, tantangan tetap ada. Lonjakan pengunjung berpotensi merusak lingkungan jika tidak diimbangi pengelolaan yang ketat. Di sisi lain, pemerintah dituntut hadir memastikan fasilitas memadai tanpa menghilangkan karakter alami desa.

Banyuwangi Attraction 2026 pun kini memasuki fase baru: dari sekadar festival menuju gerakan ekonomi berbasis komunitas. Dan dari tepian sungai kecil di Sumbergondo, pesan itu menggema kuat—pariwisata terbaik bukan yang paling megah, tetapi yang paling berdampak. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi Attraction 2026 #Ngopi Pinggir Kali #wisata Sumbergondo #tubing Banyuwangi #UMKM lokal Banyuwangi