Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Integrasi Transportasi Jabodetabek Kian Solid, Jumlah Penumpang LRT dan Whoosh Melonjak Tajam

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 17 April 2026 | 08:36 WIB
Integrasi transportasi rel Jabodetabek kian kuat. (KAI)
Integrasi transportasi rel Jabodetabek kian kuat. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Transformasi wajah transportasi publik di kawasan perkotaan Indonesia, khususnya Jabodetabek, semakin menunjukkan arah yang terintegrasi dan modern.

KAI Group melaporkan penguatan konektivitas antarlayanan berbasis rel yang berdampak nyata terhadap efisiensi waktu tempuh dan kenyamanan mobilitas masyarakat.

Integrasi ini tercermin pada sejumlah simpul transportasi strategis. Stasiun Halim kini menjadi titik temu penting antara LRT Jabodebek dan kereta cepat Whoosh. Selain itu, kawasan Dukuh Atas, Stasiun Cawang, dan Cikoko berkembang sebagai pusat integrasi yang menghubungkan LRT dengan Commuter Line Jabodetabek, menciptakan sistem perjalanan yang semakin mulus bagi pengguna.

Konektivitas ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan jumlah penumpang secara signifikan. Pada Triwulan I 2026, LRT Jabodebek mencatatkan kenaikan penumpang sebesar 22,10% dengan total 7,75 juta pengguna. Sementara itu, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta tumbuh 22,77%, didorong oleh kemudahan akses melalui Stasiun Manggarai hingga Batuceper.

Layanan Whoosh juga menunjukkan tren positif dengan melayani lebih dari 1,4 juta pelanggan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Di sisi lain, Commuter Line Jabodetabek tetap menjadi tulang punggung mobilitas dengan hampir 88 juta perjalanan, meningkat 7,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa integrasi menjadi faktor kunci di balik peningkatan tersebut. Ia menyatakan,

“Konektivitas yang terbangun antarlayanan membuat perjalanan terasa lebih efisien. Setiap simpul transportasi saling melengkapi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujarnya, dikutip Antara.

Lebih jauh, peningkatan aksesibilitas ini turut mendorong pergeseran perilaku masyarakat ke arah penggunaan transportasi publik. Dengan sistem yang semakin terhubung, masyarakat kini dapat menjangkau pusat pendidikan, kawasan bisnis, hingga fasilitas publik dengan lebih mudah dan hemat waktu.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lrt #transportasi jabodetabek #Integrasi #WHOOSH