Kinerja KAI Meningkat, Ketepatan Waktu Kereta Api Tembus 99 Persen pada Triwulan I 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 09:05 WIB
PT KAI mencatat peningkatan ketepatan waktu pada Triwulan I 2026. (KAI)
PT KAI mencatat peningkatan ketepatan waktu pada Triwulan I 2026. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat peningkatan kinerja ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) sepanjang Triwulan I 2026. Capaian ini menegaskan konsistensi operasional perjalanan kereta api yang semakin terjaga, seiring dengan komitmen terhadap aspek keselamatan.

Pada layanan penumpang, OTP keberangkatan mencapai 99,69 persen dan kedatangan 97,67 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni keberangkatan 99,24 persen dan kedatangan 95,44 persen. Perbaikan ini menunjukkan bahwa perjalanan kereta semakin dapat diprediksi sejak awal hingga tiba di tujuan.

Sementara itu, pada sektor angkutan barang, OTP keberangkatan tercatat sebesar 95,97 persen dan kedatangan 91,77 persen. Kinerja ini juga lebih baik dibandingkan dengan Triwulan I 2025 yang mencatat keberangkatan 95,89 persen dan kedatangan 87,04 persen. Ketepatan waktu ini dinilai berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa peningkatan tersebut merupakan hasil dari sinergi berbagai faktor operasional.

“Ketepatan waktu dan keselamatan berjalan bersama dalam setiap perjalanan. Seluruh proses direncanakan dan dijalankan dengan cermat agar pelanggan dapat bepergian dengan tenang dan barang yang diangkut tiba sesuai kebutuhan,” ujarnya, dikutip Antara.

Selain peningkatan ketepatan waktu, volume layanan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI melayani 14.515.350 pelanggan untuk KA Jarak Jauh dan Lokal, meningkat 18,40 persen dibandingkan 12.261.632 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Di sektor logistik, KAI mengangkut 12.075.002 ton batu bara guna menjaga pasokan listrik di wilayah Jawa dan Bali. Selain itu, sebanyak 2.873.440 ton barang lainnya turut diangkut, mencakup peti kemas, hasil perkebunan, hingga kiriman ritel yang mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Anne menambahkan bahwa ketepatan waktu memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan kelancaran dunia usaha.

“Perjalanan yang tepat waktu membantu aktivitas tetap berjalan sesuai rencana. Masyarakat bisa bergerak dengan lebih pasti, sementara distribusi barang juga tiba sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
ketapatan waktu KAI Kereta Api