KAI Gandeng Surge dan Huawei, Percepat Transformasi Kereta Api Berbasis 5G dan AI di Indonesia

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 08:42 WIB
KAI menggandeng Surge dan Huawei untuk mempercepat transformasi perkeretaapian berbasis 5G dan AI. (JawaPos.com)
KAI menggandeng Surge dan Huawei untuk mempercepat transformasi perkeretaapian berbasis 5G dan AI. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menggandeng PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dan Huawei dalam kerja sama strategis untuk mempercepat adopsi teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI) di sektor perkeretaapian nasional.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tripartit yang berlangsung di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar KAI menuju sistem transportasi berbasis teknologi digital yang terintegrasi.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan tonggak penting dalam modernisasi perkeretaapian Indonesia.

“Mudah-mudahan penandatanganan MoU pada hari ini merupakan titik awal dari kita membuat satu lompatan yang sangat hebat sekali ke depannya,” ujar Bobby, dikutip Antara.

Dalam kesepakatan tersebut, ketiga perusahaan akan mengeksplorasi tiga area utama. Pertama, pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (ICT), termasuk jaringan backbone, cakupan nirkabel di stasiun dan depo, serta solusi cloud untuk mendukung keberlanjutan operasional.

Kedua, implementasi jaringan 5G berbasis Future Railway Mobile Communication System (FRMCS) yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, serta kualitas layanan. Proyek percontohan akan dilakukan pada jalur Rangkasbitung–Tanah Abang untuk pengelolaan perjalanan kereta secara cerdas dan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang.

Ketiga, penerapan teknologi AI untuk deteksi gerbong barang melalui analisis video otomatis. Teknologi ini memungkinkan identifikasi gangguan secara real-time sekaligus mengurangi ketergantungan pada inspeksi manual.

“Karena di industri transportasi ini, itu yang namanya safety itu tidak boleh ada toleransi sama sekali,” tegas Bobby.

Perwakilan Huawei, Raymond Zuo, menyatakan dukungannya terhadap transformasi tersebut.

“Solusi 5G FRMCS dan aplikasi berbasis AI kami akan membantu mentransformasi operasional perkeretaapian Indonesia, memungkinkan komunikasi real-time, pengaturan perjalanan cerdas, serta pemeliharaan prediktif,” kata Raymond.

Selain aspek operasional, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. KAI menargetkan hadirnya internet cepat berbasis 5G serta layanan hiburan seperti streaming di dalam kereta.

Bobby mengungkapkan, peningkatan kualitas koneksi internet menjadi prioritas, terutama untuk menjawab keluhan penumpang selama ini.

“Sekarang itu banyak keluhan bahwa internet di dalam kereta kurang bagus. Kalau bisa jaringan 5G itu kami hadirkan di bulan Juni-Juli,” ujarnya.

Implementasi awal akan difokuskan pada rute padat seperti Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, termasuk layanan kereta unggulan.

Selain itu, KAI juga mengembangkan konsep stasiun pintar (smart station) berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan secara real-time.

Transformasi digital ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengguna layanan kereta. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group mencatat 128,05 juta pelanggan, tumbuh 9,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Layanan commuter masih menjadi kontributor terbesar dengan lebih dari 101 juta penumpang, diikuti kereta jarak jauh dan lokal yang tumbuh signifikan hingga 18,40 persen.

Menurut Bobby, peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus menguat terhadap layanan kereta api.

“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, KAI menegaskan komitmennya untuk beralih dari sistem konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi. Teknologi 5G dan AI diharapkan mampu mempercepat respons operasional, meningkatkan keselamatan, serta menghadirkan layanan yang lebih relevan bagi masyarakat.

“Dengan 5G dan AI, setiap perjalanan kami dorong menjadi lebih andal, lebih efisien, dan semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat ke depan,” pungkas Bobby.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
surge huawei indonesia KAI Kereta Api