Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Serap 54,9 Juta Liter BBM Subsidi di Triwulan I 2026, Jaga Layanan dan Distribusi Nasional

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB
KAI menerapkan Biosolar B40 pada seluruh operasional kereta sejak 2025. (KAI)
KAI mencatat penyerapan BBM subsidi 54,9 juta liter pada Triwulan I 2026. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penyerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebesar 54.911.065 liter sepanjang Triwulan I tahun 2026. Penggunaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan layanan transportasi publik sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pemanfaatan BBM subsidi dilakukan secara terukur dan akuntabel. Hal ini menjadi bentuk komitmen perusahaan terhadap transparansi kepada pemerintah maupun masyarakat.

“Kami memastikan penyerapan BBM subsidi dilakukan sesuai peruntukannya, dengan prinsip Good Corporate Governance. Setiap proses dijalankan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, dikutip Antara.

Mengacu pada keputusan BPH Migas, total kuota BBM subsidi yang dialokasikan kepada KAI pada 2026 mencapai 214.342.000 liter. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk operasional kereta penumpang sebesar 191.022.000 liter, sementara sisanya digunakan untuk angkutan barang.

Distribusi barang yang didukung mencakup berbagai sektor strategis seperti peti kemas, parcel, semen, hingga klinker. Angkutan semen dan klinker berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk hunian dan fasilitas publik.

Penyerapan BBM subsidi tidak hanya berdampak pada operasional kereta, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kehidupan masyarakat. Layanan kereta api menjadi sarana mobilitas utama bagi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga tenaga medis yang membutuhkan ketepatan waktu.

Di sisi lain, angkutan logistik melalui kereta api membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam memperluas jangkauan pasar. Distribusi barang yang efisien ke berbagai kota di Jawa dan Sumatera menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi.

Selama Triwulan I 2026, KAI melayani sebanyak 14.515.350 pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal. Angka ini meningkat 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, KAI juga mencatat pengangkutan 12.075.002 ton batu bara guna menjaga pasokan listrik di Jawa dan Bali, serta 2.873.440 ton barang lainnya, termasuk hasil perkebunan dan logistik retail.

Sejak Februari 2025, seluruh operasional kereta api telah menggunakan Biosolar B40 pada lokomotif dan genset. Langkah ini menjadi bagian dari upaya efisiensi energi sekaligus mendukung kebijakan energi berkelanjutan.

KAI berharap pemanfaatan BBM subsidi yang tepat sasaran dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek mobilitas maupun distribusi kebutuhan sehari-hari.

“Kepercayaan yang diberikan kepada KAI menjadi amanah yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#BBM Subsidi #distribusi #KAI