Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KA BIAS Perkuat Aglomerasi Solo–Madiun, Layani Ratusan Ribu Penumpang dan Permudah Akses ke Bandara Adi Soemarmo

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 15 April 2026 | 13:15 WIB
KA Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) mencatat kenaikan 31,12 persen pelanggan pada triwulan I 2026. (JawaPos.com)
KA Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) mencatat kenaikan 31,12 persen pelanggan pada triwulan I 2026. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai moda transportasi publik yang semakin diminati masyarakat. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, layanan ini mencatat 208.583 pelanggan, meningkat 31,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 159.092 pelanggan.

Kenaikan ini menegaskan peran strategis KA BIAS dalam menghubungkan wilayah Solo hingga Madiun dalam satu sistem transportasi yang terintegrasi. Layanan ini tidak hanya melayani akses menuju Bandara Adi Soemarmo, tetapi juga menjadi pilihan utama untuk mobilitas harian masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, menjelaskan bahwa KA BIAS memiliki karakter unik karena menggabungkan fungsi transportasi bandara dan kebutuhan mobilitas umum.

“KA BIAS selain menghubungkan masyarakat ke bandara, juga menjadi pilihan yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Dengan tarif yang terjangkau, layanan ini hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat,” ujarnya, dikutip Antara.

Di wilayah Daop 6 Yogyakarta, KA BIAS melayani 110.320 pelanggan naik dan 115.482 pelanggan turun. Stasiun Solo Balapan menjadi titik dengan mobilitas tertinggi, mencatat 54.572 pelanggan naik dan 52.296 pelanggan turun.

Rangkaian layanan di wilayah ini mencakup sejumlah stasiun penting seperti Kadipiro, Solo Balapan, Solo Jebres, Palur, hingga Bandara Adi Soemarmo. Konektivitas tersebut memudahkan masyarakat berpindah dari kawasan permukiman ke pusat aktivitas maupun ke bandara secara langsung.

Sementara itu, di wilayah Daop 7 Madiun, tercatat 92.390 pelanggan naik dan 88.420 pelanggan turun. Stasiun Madiun menjadi pusat pergerakan dengan 52.105 pelanggan naik dan 51.242 pelanggan turun. Jalur ini menghubungkan Walikukun, Ngawi, Magetan (Stasiun Barat), Madiun, hingga Caruban.

Pola pergerakan penumpang tersebut membentuk aglomerasi Solo–Madiun yang semakin terintegrasi. KA BIAS menghadirkan sistem konektivitas yang memungkinkan masyarakat berpindah antarwilayah secara efisien tanpa perlu berganti moda transportasi secara berulang.

Kemudahan akses menuju bandara juga menjadi nilai tambah, terutama bagi masyarakat di wilayah penyangga yang kini memiliki alternatif perjalanan yang lebih pasti dari sisi waktu dan biaya.

Pertumbuhan layanan KA BIAS juga sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Triwulan I 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah tumbuh sekitar 4,9 persen (yoy), sementara Jawa Timur mencapai sekitar 5,0 persen (yoy).

Pertumbuhan tersebut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat antarwilayah, sehingga kebutuhan akan transportasi publik yang terjangkau dan andal semakin tinggi.

KA BIAS menawarkan tarif mulai dari Rp7.000 hingga Rp40.000, menjadikannya pilihan yang inklusif bagi berbagai kalangan. Jadwal keberangkatan yang dimulai sejak pagi hari—pukul 05.40 WIB dari Madiun dan 06.00 WIB dari Solo—memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk mengatur aktivitas sejak dini.

Anne menegaskan bahwa kehadiran KA BIAS merupakan bagian dari upaya menjaga keterhubungan antarwilayah yang terus berkembang.

“Setiap perjalanan membawa kemudahan akses, memperkuat aktivitas masyarakat, dan menjaga pergerakan ekonomi tetap berjalan,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#bandara adi soemarmo #solo #madiun #ka bias