RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menghadirkan tambahan layanan perjalanan kereta api relasi Gambir–Yogyakarta dengan dua pilihan jadwal keberangkatan, yakni pagi dan sore hari. Kebijakan ini berlaku khusus pada periode 17 hingga 30 April 2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada rute favorit dari Jakarta menuju kota-kota di Pulau Jawa.
“Upaya ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat pada rute-rute favorit dari Jakarta menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa,” ujar Franoto, Senin (13/4/2026), dikutip Antara.
Untuk rute Gambir–Yogyakarta, KAI menyediakan kereta tambahan kelas eksekutif dengan dua jadwal keberangkatan, yakni pukul 05.15 WIB yang tiba pukul 13.11 WIB, serta pukul 17.15 WIB yang tiba pukul 00.43 WIB. Tarif perjalanan ditawarkan mulai dari Rp590 ribu pada hari kerja dan Rp640 ribu saat akhir pekan.
Selain itu, KAI juga mengoperasikan KA Batavia relasi Gambir–Solo Balapan dengan jadwal keberangkatan pukul 09.35 WIB dan tiba pukul 18.00 WIB. Tarifnya dimulai dari Rp530 ribu untuk kelas eksekutif dan Rp350 ribu untuk kelas ekonomi pada hari kerja, sementara pada akhir pekan masing-masing mulai dari Rp580 ribu dan Rp400 ribu.
Untuk rute lainnya, KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap tetap beroperasi dengan dua jadwal, yaitu pukul 07.00 WIB (tiba 12.51 WIB) dan pukul 13.25 WIB (tiba 19.17 WIB). Tarif kelas eksekutif mulai dari Rp360 ribu pada hari kerja dan Rp420 ribu saat akhir pekan.
Sementara itu, untuk perjalanan jarak menengah, KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung dijadwalkan berangkat pukul 13.40 WIB dan tiba pukul 16.42 WIB. Kereta ini beroperasi khusus pada Kamis hingga Minggu dengan tarif kelas eksekutif mulai dari Rp150 ribu.
Franoto menegaskan bahwa peningkatan layanan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi kereta api yang dinilai lebih aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas kemacetan.
“Kami terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang andal dengan berbagai pilihan jadwal dan tarif yang kompetitif,” kata dia.
Kebijakan ini juga dinilai mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat yang kini banyak menerapkan pola kerja fleksibel, termasuk Work From Home (WFH), sehingga membutuhkan opsi transportasi yang lebih variatif.
Editor : Lugas Rumpakaadi