Access by KAI Kuasai 76 Persen Penjualan Tiket, Bukti Perubahan Perilaku Pelanggan Kereta Api

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 15:15 WIB
Access by KAI mendominasi 76,49 persen penjualan tiket kereta pada Triwulan I 2026. (KAI)
Access by KAI mendominasi 76,49 persen penjualan tiket kereta pada Triwulan I 2026. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat capaian positif pada layanan digital Access by KAI sepanjang Triwulan I 2026. Dalam periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, aplikasi ini membukukan 8.125.645 transaksi pembelian tiket kereta api jarak jauh dan lokal, setara dengan 76,49 persen dari total penjualan tiket di seluruh kanal.

Angka tersebut merepresentasikan jumlah transaksi, bukan jumlah pelanggan, mengingat satu kode booking dapat mencakup lebih dari satu penumpang dalam satu perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tingginya angka transaksi melalui aplikasi menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku pelanggan.

“Access by KAI kini menjadi bagian dari keseharian pelanggan dalam mengatur perjalanan. Kemudahan akses, kecepatan, serta integrasi layanan membuat pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih praktis dalam satu aplikasi,” ujar Anne, dikutip Antara.

Tidak hanya melayani pembelian tiket, Access by KAI juga berkembang menjadi ekosistem digital terintegrasi. Pengguna kini dapat mengakses berbagai fitur tambahan seperti pemesanan hotel, layanan E-Porter di stasiun, hingga pembayaran listrik dalam satu platform. Aplikasi ini juga terhubung dengan layanan transportasi lanjutan seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.

Pertumbuhan kinerja Access by KAI sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan KAI Group secara keseluruhan. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan, meningkat 9,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,” lanjut Anne.

Layanan kereta api jarak jauh dan lokal mencatat 14.515.350 pelanggan, naik 18,40 persen secara tahunan. Peningkatan ini turut dipengaruhi oleh momentum Lebaran yang mendorong mobilitas antarkota.

Sementara itu, layanan Commuter Line tetap menjadi tulang punggung mobilitas harian dengan 101.382.889 pelanggan, tumbuh 8,11 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Anne menekankan pentingnya peran layanan ini dalam kehidupan masyarakat urban.

“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi,” jelasnya.

Moda transportasi lain di bawah KAI Group juga menunjukkan tren positif. LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan (naik 22,10 persen), KAI Bandara 1.755.275 pelanggan (naik 8,48 persen), serta LRT Sumsel 1.084.242 pelanggan (naik 7,38 persen).

Whoosh mencatat 1.408.815 pelanggan dengan pertumbuhan 4,07 persen, sementara KA Makassar–Parepare mengalami lonjakan signifikan sebesar 66,45% menjadi 75.421 pelanggan. Di sektor pariwisata, KAI Wisata bahkan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 110,10 persen dengan 78.134 pelanggan.

Anne menegaskan bahwa tren ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital KAI.

“Access by KAI hadir untuk memudahkan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi. Dari tahap perencanaan hingga keberangkatan, pelanggan dapat mengatur perjalanan dengan lebih praktis dan terhubung,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
tiket pelanggan perilaku Access by KAI Kereta Api