KAI Catat Lonjakan Penumpang KRL Rangkasbitung hingga 77 Juta, Infrastruktur dan Layanan Terus Diperkuat

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB
Lonjakan penumpang KRL lintas Rangkasbitung capai 77 juta pada 2025. (JawaPos.com)
Lonjakan penumpang KRL lintas Rangkasbitung capai 77 juta pada 2025. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas masyarakat pada akhir pekan terus menunjukkan dinamika yang tinggi.

Dari sekadar melepas penat hingga melanjutkan perjalanan lintas pulau, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang semakin diminati karena keterjangkauan dan kenyamanannya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat adanya tren pertumbuhan signifikan jumlah pengguna KRL di lintas Rangkasbitung dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 43.317.716 orang.

Angka tersebut meningkat menjadi 62.085.471 pada 2023, lalu kembali naik menjadi 69.999.362 pada 2024, dan mencapai 77.552.716 pelanggan pada 2025.

Memasuki triwulan pertama 2026, jumlah pengguna telah menyentuh 20.197.205 pelanggan, menandakan pertumbuhan yang konsisten.

Pertumbuhan ini menunjukkan peran strategis lintas Rangkasbitung sebagai jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta yang terus berkembang.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa peningkatan layanan tidak lepas dari kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian di bawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung saat ini telah mencapai 72,769 km track dengan jalur ganda. Pengembangan ini berjalan bersama DJKA Kementerian Perhubungan, termasuk peningkatan prasarana dan kecepatan perjalanan KRL,” ujar Anne, dikutip Antara.

Penguatan infrastruktur tersebut memungkinkan pengoperasian rangkaian KRL hingga 12 kereta (SF 12), meningkat dari sebelumnya yang hanya 8 hingga 10 kereta per rangkaian.

Dampaknya, kapasitas angkut meningkat dan kenyamanan penumpang pun semakin baik.

Selain itu, pengembangan jaringan elektrifikasi dan operasional turut memperbaiki pengaturan jarak antar perjalanan.

Hal ini membuat frekuensi perjalanan lebih tinggi dan waktu tunggu penumpang menjadi lebih singkat.

Di sisi lain, pertumbuhan juga terjadi pada lintas Rangkasbitung–Merak.

Pada 2023, layanan KA lokal melayani 3.617.478 pelanggan, meningkat menjadi 4.269.154 pada 2024, dan kembali naik menjadi 4.463.498 pada 2025.

Hingga Maret 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.134.514 orang.

Lintas ini juga menghadirkan layanan Kereta Petani Pedagang yang pada triwulan I 2026 telah melayani 11.349 pengguna.

Layanan tersebut berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang membawa hasil pertanian.

“Pergerakan masyarakat di lintas ini terus tumbuh dan saling terhubung. Pengembangan ke depan diharapkan membuka akses yang lebih luas, mendorong tumbuhnya kawasan hunian yang lebih terintegrasi, memperkuat aktivitas industri dan distribusi, serta mendukung konektivitas pariwisata hingga ke kawasan pesisir dan lintas pulau,” lanjut Anne.

Dari sisi tarif, perjalanan dari Tanah Abang menuju Merak tergolong sangat terjangkau.

Penumpang hanya dikenakan biaya Rp8.000 untuk KRL relasi Tanah Abang–Rangkasbitung, lalu Rp3.000 untuk KA lokal Rangkasbitung–Merak.

Perjalanan dapat dilanjutkan dari Stasiun Merak menuju Pelabuhan Bakauheni menggunakan kapal penyeberangan.

Tarif kapal reguler berkisar Rp23.000 per orang, sementara kapal ekspres sekitar Rp85.000.

Rangkaian perjalanan ini membuka akses lintas Pulau Jawa ke Sumatra yang semakin mudah dan terjangkau.

Setibanya di Bakauheni, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Lampung, termasuk kawasan wisata pantai dan kuliner khas seperti seruit.

“Kereta api menjadi bagian dari perjalanan masyarakat yang terus bergerak, dari kawasan perkotaan hingga terhubung ke wilayah lain. Harapannya, konektivitas ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dalam bepergian,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KAI krl rangkasbitung