RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat tren peningkatan jumlah penumpang KA Pangrango yang melayani lintas Bogor Paledang–Sukabumi secara konsisten sejak 2022 hingga triwulan pertama 2026. Pertumbuhan ini dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, performa layanan KA Pangrango menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
“Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, KA Pangrango menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat sekaligus menguatnya peran kereta api dalam mendukung mobilitas dan ekonomi kerakyatan,” ujar Franoto di Jakarta, Kamis (9/4/2026), dikutip Antara.
Berdasarkan data KAI, jumlah penumpang KA Pangrango pada 2022 tercatat sebanyak 523.265 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 786.001 penumpang pada 2023, lalu kembali naik menjadi 874.789 penumpang pada 2024, dan mencapai 1.109.398 penumpang sepanjang 2025.
Sementara itu, pada triwulan pertama 2026, jumlah penumpang tercatat sebanyak 281.659 orang. Capaian ini melanjutkan tren pertumbuhan pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
Franoto menjelaskan bahwa tren pertumbuhan triwulanan juga menunjukkan akselerasi yang cukup tajam. Pada triwulan I 2023, jumlah penumpang tercatat 174.941 orang, meningkat menjadi 187.534 pada triwulan I 2024, lalu melonjak menjadi 245.740 pada triwulan I 2025.
“Secara per triwulan terjadi pertumbuhan sekitar 7 persen pada 2024 dibandingkan 2023, kemudian melonjak signifikan sebesar 31 persen pada 2025, dan kembali tumbuh sekitar 15 persen pada 2026. Pola ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan KA Pangrango terus meningkat secara progresif,” jelasnya.
KA Pangrango melayani rute strategis Bogor Paledang–Sukabumi dengan sejumlah pemberhentian penting, seperti Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karangtengah, Cisaat, hingga Sukabumi. Jalur ini menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah Bogor dan Sukabumi.
Selain itu, keunggulan KA Pangrango dibandingkan moda transportasi lain terletak pada ketepatan waktu karena bebas dari kemacetan, tingkat keselamatan yang tinggi, serta kenyamanan perjalanan. Tarif yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni berkisar antara Rp45.000 hingga Rp80.000.
Penumpang dari Sukabumi yang tiba di Stasiun Bogor Paledang juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan KRL Commuter Line melalui Stasiun Bogor yang terintegrasi, sehingga memudahkan mobilitas ke wilayah Jabodetabek.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara