Hampir 1 Juta Penumpang Kereta Api Padati Daop 2 Bandung Saat Lebaran 2026, Stasiun Bandung dan Kiaracondong Jadi Titik Tersibuk

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 10:09 WIB
Lonjakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 di Daop 2 Bandung tembus hampir 1 juta orang. (JawaPos.com)
Lonjakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 di Daop 2 Bandung tembus hampir 1 juta orang. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung melaporkan hampir satu juta penumpang memanfaatkan layanan kereta api dalam kurun 22 hari.

Berdasarkan data resmi periode 11 Maret hingga 1 April 2026, total pelanggan yang berangkat mencapai 441.610 orang, sementara kedatangan tercatat sebanyak 430.569 orang. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api selama musim mudik dan arus balik Lebaran.

Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong menjadi dua simpul utama dengan volume penumpang tertinggi. Di Stasiun Bandung, tercatat 122.972 penumpang berangkat dan 122.350 penumpang datang. Sementara itu, Stasiun Kiaracondong melayani 89.946 keberangkatan dan 75.037 kedatangan, mengukuhkan perannya sebagai pusat layanan kereta ekonomi.

Menariknya, lima stasiun lain di luar Kota Bandung juga masuk dalam daftar tujuh besar titik tersibuk. Stasiun Tasikmalaya mencatat 36.476 keberangkatan dan 38.367 kedatangan, disusul Stasiun Cianjur dengan 32.519 keberangkatan dan 34.326 kedatangan. Stasiun Cipatat melayani 25.417 penumpang berangkat dan 26.358 datang, sementara Stasiun Banjar mencatat 20.680 keberangkatan dan 23.388 kedatangan. Adapun Stasiun Purwakarta melayani 20.090 penumpang berangkat dan 18.999 datang.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menilai tingginya mobilitas ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Tingginya volume penumpang di tujuh stasiun tersibuk ini menjadi indikator bahwa layanan KAI semakin menjadi pilihan utama masyarakat yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan,” ujarnya, dikutip Antara.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Daop 2 Bandung menyiapkan sejumlah langkah strategis. Upaya tersebut meliputi penambahan personel di stasiun-stasiun padat, peningkatan pengawasan jalur rel, hingga penguatan koordinasi lintas sektor guna menjaga kelancaran operasional.

Meski terjadi lonjakan signifikan, KAI memastikan seluruh perjalanan tetap berjalan sesuai standar keselamatan. Pengaturan arus penumpang juga diperketat, terutama pada jam-jam sibuk, guna mencegah penumpukan di area stasiun.

Ke depan, data kepadatan di tujuh stasiun utama ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Daop 2 Bandung. Evaluasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pada periode angkutan nasional berikutnya, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi andalan masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
stasiun bandung lebaran 2026 stasiun kiaracondong Kereta Api Daop 2 Bandung