KAI: Perjalanan Lebaran 2026 Tekan Emisi hingga 8,9 Juta kg CO₂e, Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 09:49 WIB
KAI mencatat emisi Lebaran 2026 sebesar 8,9 juta kg CO₂e. (KAI)
KAI mencatat emisi Lebaran 2026 sebesar 8,9 juta kg CO₂e. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kontribusi signifikan pelanggan terhadap pengurangan emisi karbon selama periode Angkutan Lebaran 2026. Berdasarkan estimasi pada 11 Maret hingga 1 April 2026, total emisi dari layanan Kereta Api Jarak Jauh mencapai 8.928.821 kg CO₂e, dinilai jauh lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan kendaraan pribadi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pilihan masyarakat menggunakan kereta api memiliki dampak lingkungan yang nyata.

“Setiap pelanggan yang memilih kereta api turut mengambil peran dalam menekan emisi karbon. Dalam skala jutaan perjalanan, pilihan ini memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan,” ujar Anne, dikutip Antara.

Sebagai perbandingan, jika perjalanan tersebut dilakukan dengan kendaraan pribadi, emisi yang dihasilkan melonjak drastis. Kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc diperkirakan menghasilkan 20.590.136 kg CO₂e, sementara 2000 cc mencapai 32.575.210 kg CO₂e, dan 3000 cc hingga 41.588.851 kg CO₂e.

Data ini mempertegas bahwa transportasi massal seperti kereta api memiliki intensitas emisi yang lebih rendah, sekaligus memperkuat perannya dalam pengendalian dampak lingkungan.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KAI melayani 4.246.274 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi mencapai 118,9% dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Tingginya angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi yang efisien sekaligus ramah lingkungan.

KAI juga mendorong transparansi melalui fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pelanggan mengetahui estimasi emisi dari perjalanan yang dilakukan.

“Melalui fitur ini, pelanggan dapat mengetahui estimasi emisi dari perjalanan yang dilakukan. Ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa setiap perjalanan memiliki dampak dan kereta api memberikan pilihan dengan emisi yang lebih rendah,” jelas Anne.

Sebagai ilustrasi, perjalanan rute Surabaya Gubeng–Ketapang menggunakan kereta api menghasilkan emisi sekitar 2,94 kg CO₂e. Sementara itu, jika menggunakan mobil pribadi, emisi dapat mencapai sekitar 8,79 kg CO₂e untuk rute yang sama.

Selain itu, KAI terus mengembangkan berbagai inisiatif berkelanjutan, seperti penyediaan water station di stasiun untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, implementasi face recognition untuk boarding tanpa tiket kertas, serta penggunaan peralatan makan ramah lingkungan di dalam kereta.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang telah memilih kereta api selama Angkutan Lebaran 2026. Setiap perjalanan yang dilakukan menjadi kontribusi bersama dalam menekan emisi karbon dan menjaga lingkungan tetap berkelanjutan,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
kendaraan pribadi KAI lebaran 2026 emisi