RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara mencatat sebanyak 36.714 penumpang telah memanfaatkan layanan face recognition boarding gate sepanjang triwulan I 2026. Inovasi ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam mempercepat proses keberangkatan sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan di stasiun.
Pelaksana Tugas (Plt) Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa teknologi tersebut memungkinkan penumpang tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas saat memasuki area peron.
“Melalui sistem face recognition, pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah di boarding gate. Proses verifikasi tiket dilakukan secara otomatis dan jauh lebih cepat dibandingkan metode manual,” ujar Anwar, Rabu (8/4/2026), dikutip Antara.
Data perusahaan menunjukkan bahwa penggunaan tertinggi dalam satu hari terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 atau H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan total 1.010 pelanggan menggunakan fasilitas ini.
Tidak hanya dari sisi penggunaan, tren registrasi biometrik juga terus meningkat. Sejak 2024 hingga 2026, sebanyak 242.778 pelanggan telah mendaftarkan data wajah mereka ke dalam sistem KAI. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun secara langsung di Stasiun Medan melalui perangkat khusus.
“Pendaftaran cukup dilakukan sekali dan berlaku seumur hidup. Setelah terdaftar, pelanggan dapat menggunakan fasilitas ini di seluruh stasiun KAI yang telah menerapkan sistem face recognition boarding gate,” jelasnya.
Dalam aspek keamanan, KAI memastikan sistem ini telah memenuhi standar internasional ISO 27001 terkait manajemen keamanan informasi. Seluruh data biometrik pelanggan dikelola secara terenkripsi dan terintegrasi dengan data kependudukan dari Dukcapil.
Anwar menegaskan bahwa perlindungan privasi pelanggan menjadi prioritas utama. “Jika dalam waktu satu tahun fitur pengenalan wajah tidak digunakan, maka seluruh data biometrik pelanggan akan terhapus secara otomatis di sistem. Pelanggan juga memiliki opsi untuk mengajukan penghapusan data secara manual jika diinginkan,” tegasnya.
Selain meningkatkan efisiensi, penerapan teknologi ini juga menjadi bagian dari komitmen KAI terhadap konsep transportasi berkelanjutan. Digitalisasi tiket dinilai mampu mengurangi penggunaan kertas secara signifikan.
“Inovasi ini merupakan langkah KAI Divre I Sumatera Utara dalam mengurangi penggunaan kertas yang berdampak pada pengurangan kebutuhan bahan baku kertas. Kami ingin menghadirkan perjalanan yang tidak hanya praktis dan efisien, tetapi juga lebih ramah lingkungan,” pungkas Anwar.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara