RADARBANYUWANGI.ID - Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh semakin menunjukkan perannya sebagai moda transportasi andalan masyarakat selama arus mudik Lebaran. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah penumpang sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mencatat volume penumpang Whoosh selama periode arus mudik Lebaran 13–30 Maret 2026 mencapai 311.472 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan 290.935 penumpang.
General Manager Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa tren kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta cepat tersebut.
“Peningkatan jumlah penumpang pada periode arus mudik Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa Whoosh semakin dipercaya sebagai pilihan utama transportasi. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, seluruh operasional dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” ujarnya dalam pernyataan resmi, dikutip Antara.
Secara rata-rata, jumlah penumpang harian Whoosh mencapai 17.304 orang selama periode tersebut. Adapun puncak arus terjadi pada 24 Maret 2026 dengan total 24.315 penumpang dalam satu hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas, KCIC mengoperasikan sebanyak 1.088 perjalanan kereta selama masa mudik. Tingkat ketepatan waktu operasional pun diklaim sangat tinggi, mencapai 99,4 persen.
Dari sisi distribusi penumpang, Stasiun Halim menjadi titik keberangkatan dan kedatangan tersibuk dengan kontribusi sebesar 46 persen. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Padalarang dengan 35 persen, sementara sisanya dilayani melalui Stasiun Tegalluar dan Karawang.
Peningkatan ini sekaligus menegaskan posisi Whoosh sebagai salah satu alternatif transportasi cepat dan efisien di tengah padatnya arus mudik Lebaran, khususnya di koridor Jakarta–Bandung.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara