RADARBANYUWANGI.ID - Momentum Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik, khususnya layanan Commuter Line di wilayah Jawa Timur. Selama periode 11 hingga 30 Maret 2026, KAI Commuter Area 8 Surabaya mencatat total 981.828 pengguna.
Capaian tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan mudik, bersilaturahmi, maupun berwisata selama periode Lebaran. Rata-rata volume harian pengguna mencapai 49.091 orang, dengan puncak tertinggi terjadi pada Minggu (29/3/2026), yang mencapai 57.677 pengguna.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan bahwa tingginya angka tersebut menunjukkan peran strategis Commuter Line sebagai moda transportasi andalan masyarakat.
“Lonjakan ini menunjukkan peran penting Commuter Line sebagai pilihan transportasi utama dan andal di momen Lebaran,” ujar Karina.
Selama masa libur inti Lebaran, yakni 18 hingga 25 Maret 2026, tercatat sebanyak 390.789 pengguna memanfaatkan layanan Commuter Line. Hal ini menegaskan pergeseran preferensi masyarakat yang semakin mengandalkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien.
Dari sisi stasiun, aktivitas tertinggi tercatat di tiga titik utama, yaitu Stasiun Surabaya Gubeng dengan 128.196 pengguna, Stasiun Wonokromo sebanyak 75.245 pengguna, dan Stasiun Malang mencapai 59.745 pengguna. Ketiga stasiun tersebut menjadi pusat pergerakan utama selama periode Angleb.
“Dari pantauan lapangan, tiga stasiun dengan aktivitas tertinggi selama periode tersebut di antaranya Stasiun Surabaya Gubeng, Wonokromo, dan Malang,” jelas Karina.
Sementara itu, rute favorit masyarakat tercatat pada Commuter Line Dhoho relasi Surabaya–Kertosono–Blitar–Malang. Pada 29 Maret 2026, rute ini melayani hingga 3.822 pengguna dalam satu hari, menjadikannya perjalanan dengan volume tertinggi.
Peran stasiun integrasi juga semakin penting. Stasiun Waru, misalnya, mencatat 26.045 pengguna, menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas antarmoda dalam mendukung kelancaran perjalanan.
Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, KAI Commuter mengoperasikan 50 perjalanan Commuter Line setiap hari selama periode Angleb.
“Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, KAI Commuter mengoperasikan 50 perjalanan Commuter Line setiap hari, memastikan layanan tetap optimal,” ungkap Karina.
Secara keseluruhan, realisasi jumlah pengguna melampaui proyeksi sebesar 7 persen dan diperkirakan masih akan bertambah hingga akhir periode Angleb pada 1 April 2026.
Karina menegaskan bahwa capaian ini menjadi indikator positif meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta komuter.
“Antusiasme masyarakat dalam menggunakan Commuter Line selama Lebaran 2026 sangat tinggi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.
Ke depan, KAI Commuter berkomitmen menghadirkan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama pada momen penting seperti Lebaran.
“Kami berkomitmen untuk memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan efisien. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pelayanan ini,” tambah Karina.
Selain itu, KAI Commuter juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta mitra kerja yang telah mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Surabaya.
Editor : Lugas Rumpakaadi