RADARBANYUWANGI.ID – Kawasan TWA Kawah Ijen kembali dipadati wisatawan selama libur Lebaran tahun ini. Destinasi unggulan di Banyuwangi tersebut mencatat lonjakan signifikan jumlah kunjungan, dengan rata-rata mencapai seribu orang per hari.
Berdasarkan data pengelola, sejak Senin (23/3) hingga Minggu (29/3), total pengunjung mencapai 8.013 orang. Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan bahwa pesona alam Ijen, khususnya fenomena blue flame yang langka, masih menjadi magnet kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Resort TWA Ijen, Rusdi Santoso, mengungkapkan bahwa puncak kunjungan terjadi pada Jumat (28/3). Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 1.158 wisatawan domestik dan 63 wisatawan asing memadati kawasan kawah.
“Selama libur Lebaran ini kunjungan memang meningkat signifikan. Mayoritas masih didominasi wisatawan lokal,” ujarnya.
Lonjakan juga terlihat pada hari berikutnya, Sabtu (29/3), dengan jumlah kunjungan mencapai 1.022 wisatawan domestik dan 72 wisatawan mancanegara.
Data dari BKSDA Ijen menunjukkan tren peningkatan yang cukup konsisten sepanjang pekan. Pada Selasa (25/3), jumlah pengunjung tercatat 1.125 wisatawan domestik dan 72 mancanegara, dengan kendaraan roda dua sebanyak 310 unit dan roda empat 121 unit.
Sehari kemudian, Rabu (26/3), angka kunjungan meningkat menjadi 1.212 wisatawan domestik dan 76 wisatawan asing. Kendaraan yang masuk juga mengalami peningkatan, yakni 380 unit roda dua dan 116 unit roda empat.
Sempat terjadi penurunan pada Kamis (27/3), dengan jumlah pengunjung 920 domestik dan 57 mancanegara. Namun, angka tersebut kembali melonjak pada Jumat (28/3) dan tetap tinggi hingga akhir pekan.
Sementara itu, pada Sabtu (29/3), selain jumlah pengunjung yang menembus lebih dari seribu orang, tercatat pula 308 kendaraan roda dua dan 98 kendaraan roda empat masuk ke kawasan wisata tersebut.
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan, pengelola mengingatkan pentingnya aspek keselamatan selama berada di kawasan gunung. Rusdi menegaskan, wisatawan yang melakukan pendakian tanpa didampingi pemandu diimbau untuk tidak berjalan sendirian.
“Sebaiknya pendakian dilakukan lebih dari satu orang. Jika terpaksa sendiri, jangan keluar dari jalur yang telah ditetapkan agar tidak tersesat,” tegasnya.
Kepadatan pengunjung juga dirasakan langsung oleh pelaku wisata di lapangan. Salah satu pemandu lokal, Billy Jo Nugroho, menyebutkan bahwa kondisi di area puncak kawah cukup padat, terutama pada jam-jam favorit untuk menyaksikan fenomena blue flame.
“Situasi di atas cukup padat, bahkan bisa dibilang padat merayap. Pengunjung didominasi wisatawan lokal,” ujarnya.
Fenomena blue flame sendiri merupakan salah satu daya tarik utama Kawah Ijen yang jarang ditemukan di dunia. Api biru alami tersebut muncul dari pembakaran gas belerang dan hanya dapat disaksikan pada waktu tertentu, terutama dini hari.
Dengan tingginya minat wisatawan, pengelola berharap seluruh pengunjung tetap mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga keselamatan sekaligus kelestarian kawasan wisata alam tersebut. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin