Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Tiket Kereta Cepat Whoosh Terjual 12 Ribu dan Diprediksi Tembus 20 Ribu Penumpang

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 29 Maret 2026 | 15:04 WIB
KCIC mencatat 12 ribu tiket kereta cepat Whoosh terjual pada puncak arus balik Lebaran 2026. (KCIC)
KCIC mencatat 12 ribu tiket kereta cepat Whoosh terjual pada puncak arus balik Lebaran 2026. (KCIC)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan penjualan tiket kereta cepat Whoosh pada puncak arus balik Lebaran 2026. Hingga Minggu (29/3/2026) siang atau H+7 Idul Fitri 1447 Hijriah, sebanyak 12 ribu tiket telah terjual.

Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menyampaikan bahwa angka tersebut masih akan terus meningkat hingga malam hari.

“Untuk hari ini, tiket yang sudah terjual dari arah Bandung dan Jakarta, seluruhnya, total mencapai sekitar 12 ribu tiket. Jumlahnya masih akan terus bertambah seiring dengan penjualan yang masih berlangsung hingga keberangkatan terakhir pukul 21.23 WIB dari Stasiun Padalarang,” ujarnya, dikutip Antara.

KCIC memproyeksikan total penumpang pada hari yang sama dapat mencapai 20 ribu orang. Lonjakan ini dipicu berakhirnya masa libur Lebaran dan kebijakan bekerja dari mana saja (WFA), sehingga masyarakat mulai kembali ke Jakarta dan sekitarnya.

Secara kumulatif, selama periode angkutan Lebaran 13–30 Maret 2026, KCIC mencatat penjualan tiket Whoosh telah mencapai 293 ribu lembar. Angka ini meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang berada di kisaran 235 ribu tiket.

Menurut Emir, hari Minggu ini menjadi puncak arus balik, meskipun volume penumpang diperkirakan masih tinggi hingga keesokan harinya.

“Karena masih ada penumpang yang langsung berangkat dari stasiun Bandung menuju Jakarta menggunakan kereta feeder maupun dari Padalarang dan Tegalluar Summarecon, dan langsung beraktivitas bekerja di hari Senin,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KCIC meningkatkan berbagai aspek layanan, mulai dari operasional hingga fasilitas penunjang di stasiun dan kereta.

KCIC juga memperkuat integrasi antarmoda, seperti koneksi dengan kereta feeder, transportasi daring, shuttle, serta moda lanjutan lainnya guna memastikan perjalanan yang lebih lancar.

“Hal ini menjadi krusial, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran,” kata Emir.

Di area stasiun, penumpang dapat memanfaatkan berbagai fasilitas seperti ruang tunggu reguler dan VIP, mushala, pos kesehatan, ruang laktasi, hingga toilet ramah disabilitas. Selain itu, tersedia pula WiFi gratis, area tenant, dan stasiun pengisian air minum.

KCIC juga menghadirkan fasilitas tambahan seperti area bermain anak dan hiburan di stasiun untuk meningkatkan kenyamanan selama masa arus balik.

Sementara itu, General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengimbau penumpang dari wilayah Bandung untuk memanfaatkan layanan kereta feeder menuju Stasiun Padalarang.

“Dengan menggunakan layanan feeder yang terintegrasi, perjalanan menuju stasiun menjadi lebih terjadwal dan bebas dari potensi kepadatan lalu lintas sehingga penumpang dapat tiba tepat waktu sebelum boarding ditutup,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memesan tiket, terutama pada jam-jam favorit sore dan malam hari.

Selain itu, penumpang diimbau datang minimal 30 menit sebelum keberangkatan, mengingat proses boarding akan ditutup lima menit sebelumnya demi keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara dengan kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam. Layanan ini menghubungkan Jakarta dan Bandung melalui empat stasiun utama, yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lebaran #KCIC #WHOOSH #arus balik #kereta cepat