RADARBANYUWANGI.ID - Arus balik Lebaran 2026 masih menunjukkan intensitas yang tinggi. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat penjualan tiket kereta cepat Whoosh telah mencapai lebih dari 13 ribu perjalanan hingga Rabu (25/3/2026) siang.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang masih terjadi, terutama dari arah Padalarang dan Tegalluar Summarecon menuju Stasiun Halim di Jakarta.
“Hari ini, penumpang yang berangkat dari arah Padalarang maupun Tegalluar Summarecon masih cukup tinggi. Sampai dengan pagi ini saja, tiket yang sudah terjual ke berbagai tujuan mencapai sekitar 13 ribu tiket,” ujar Emir.
Memasuki hari kelima Lebaran, pergerakan masyarakat kembali ke ibu kota dan sekitarnya masih mendominasi.
Volume keberangkatan dari dua stasiun utama tersebut terpantau padat sejak pagi hari, menandakan arus balik belum sepenuhnya mereda.
KCIC menilai tingginya angka penjualan tiket menjadi indikator bahwa mobilitas masyarakat masih berlangsung aktif, meskipun puncak sementara telah terjadi sehari sebelumnya.
Pada Senin (24/3/2026), jumlah penumpang Whoosh bahkan mencapai lebih dari 24 ribu orang dalam satu hari.
“Dari total tersebut, sekitar 14 ribu penumpang merupakan pengguna yang bergerak dari Padalarang dan Tegalluar Summarecon menuju Stasiun Halim,” kata Emir.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari habisnya tiket perjalanan untuk rute favorit Padalarang–Halim sejak siang hingga keberangkatan terakhir pada hari puncak tersebut.
Hal ini mencerminkan meningkatnya ketergantungan publik terhadap moda transportasi cepat untuk kembali ke Jakarta usai merayakan Lebaran di kampung halaman.
KCIC pun mengimbau masyarakat agar segera melakukan pemesanan tiket secara daring untuk menghindari kehabisan, terutama pada rute-rute dengan permintaan tinggi menuju ibu kota.
Di sisi operasional, KCIC terus melakukan optimalisasi layanan guna menjaga kelancaran dan kenyamanan perjalanan selama periode arus balik.
Selain itu, aspek keamanan juga diperkuat melalui pemasangan 1.773 kamera pengawas (CCTV) di seluruh area stasiun dan jalur kereta.
Langkah tersebut didukung oleh pengerahan 551 petugas gabungan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama masa angkutan Lebaran.
Editor : Lugas Rumpakaadi