RADARBANYUWANGI.ID - Lonjakan mobilitas masyarakat selama masa Lebaran 2026 tercermin dari tingginya jumlah pengguna kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 300.542 pelanggan menggunakan layanan kereta api pada periode angkutan Lebaran 11–24 Maret 2026.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa angka tersebut terdiri dari 126.191 pelanggan berangkat dan 174.351 pelanggan yang tiba di berbagai stasiun di wilayah operasionalnya.
“Banyaknya penumpang di wilayah Daop Madiun tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi KA untuk mobilitas di masa angkutan Lebaran ini,” ujar Tohari.
Puncak arus balik terjadi pada H+2 Lebaran 2026, tepatnya Senin (23/3/2026). Pada hari tersebut, total pergerakan penumpang mencapai 31.024 orang, dengan rincian 17.404 penumpang berangkat dan 13.620 penumpang tiba.
“Berdasarkan data, terdapat 31.024 penumpang di H+2 Lebaran 2026 atau Senin yang terdiri dari 17.404 penumpang berangkat dan 13.620 penumpang yang turun atau tiba di wilayah Daop 7 Madiun. Hari itu merupakan puncak arus balik di wilayah Daop Madiun pada Lebaran tahun ini,” kata Tohari.
Dari sisi stasiun, Stasiun Madiun mencatat volume keberangkatan tertinggi dengan 6.313 penumpang pada hari puncak tersebut. Angka itu disusul oleh Stasiun Kediri (1.476 penumpang), Stasiun Jombang (1.447 penumpang), Stasiun Tulungagung (1.428 penumpang), dan Stasiun Blitar (1.085 penumpang).
Sementara itu, berdasarkan data terbaru pada Selasa (24/3/2026), jumlah keberangkatan tercatat mencapai 14.604 penumpang, sedangkan kedatangan sebanyak 10.747 penumpang. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah hingga layanan kereta terakhir beroperasi pada malam hari.
KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan selama periode angkutan Lebaran yang berlangsung hingga 1 April 2026. Upaya tersebut dilakukan guna menjaga kenyamanan dan keamanan perjalanan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Editor : Lugas Rumpakaadi