Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Catat 2,82 Juta Penumpang Lebaran 2026, Okupansi Tembus 154 Persen

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 25 Maret 2026 | 12:15 WIB

Penjualan tiket kereta api Lebaran 2026 capai 1,8 juta.
Penjualan tiket kereta api Lebaran 2026 capai 1,8 juta.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan signifikan jumlah pelanggan selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Dalam periode 11 hingga 23 Maret 2026, total pengguna layanan kereta api mencapai 2.820.174 pelanggan di wilayah Jawa dan Sumatra.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa angka tersebut terdiri dari 2.378.680 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 441.494 pelanggan Kereta Api Lokal.

“Selama periode angkutan Lebaran 11 hingga 23 Maret 2026, KAI telah melayani 2.378.680 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 441.494 pelanggan KA Lokal, sehingga total mencapai 2.820.174 pelanggan di Pulau Jawa dan Sumatra,” ujar Anne dalam keterangan resmi di Jakarta.

Ia menilai capaian tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Tren peningkatan terlihat jelas pada volume harian penumpang Kereta Api Jarak Jauh. Pada 22 Maret, jumlah pelanggan tercatat 242.773 orang dengan tingkat okupansi mencapai 150,7 persen. Angka ini kembali naik pada 23 Maret menjadi 246.987 pelanggan dengan okupansi 154,1 persen.

Memasuki 24 Maret 2026, lonjakan masih berlanjut. Hingga pagi hari, sebanyak 225.193 pelanggan telah dijadwalkan berangkat dengan okupansi sementara 137,8 persen.

“Memasuki 24 Maret 2026, pergerakan pelanggan masih sangat tinggi. Hingga pagi hari, sedikitnya 225.193 pelanggan KA Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan okupansi sementara mencapai 137,8 persen, dan jumlah ini masih berpotensi bertambah,” kata Anne.

Menurutnya, tingginya volume ini dipengaruhi oleh pola perjalanan masyarakat yang memilih mudik setelah pelaksanaan salat Idul Fitri di kota perantauan, sehingga arus balik tetap padat.

Anne menjelaskan bahwa tingkat okupansi yang melebihi 100 persen dimungkinkan karena sistem perjalanan pelanggan yang bersifat dinamis.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” jelasnya.

Sejumlah kereta dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode ini antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

Meskipun permintaan tinggi, KAI memastikan masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket arus balik. Hal ini dapat dilakukan melalui alternatif relasi, jadwal keberangkatan berbeda, maupun memanfaatkan layanan perjalanan lanjutan (connecting train).

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” ujar Anne.

Hingga 24 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, total tiket yang telah terjual mencapai 4.195.627 atau 93,3 persen dari total 4.498.696 kursi yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Secara rinci, penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh telah melampaui kapasitas dengan capaian 3.616.273 tiket atau 101,2 persen dari total kursi. Sementara itu, KA Lokal mencatat penjualan 579.354 tiket atau 62,5 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal,” tutur Anne.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan tempat duduk tetap ada karena tidak semua pelanggan menempuh perjalanan penuh dari stasiun awal hingga tujuan akhir.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lebaran #KAI #Kereta Api