RADARBANYUWANGI.ID - Warga kawasan Jabodetabek memadati layanan Kereta Rel Listrik (KRL) sejak Minggu (22/3/2026) pagi, memanfaatkan transportasi publik tersebut sebagai sarana lintas kota untuk bersilaturahmi pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepadatan terlihat di sejumlah stasiun utama dan transit, seperti Manggarai dan Jatinegara, dengan lonjakan penumpang sejak pagi hingga sore hari.
Mayoritas pengguna KRL memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk mengunjungi keluarga, berwisata, hingga sekadar berkeliling kota. Kepadatan tidak hanya terjadi di dalam kereta, tetapi juga di area pintu masuk dan loket, di mana antrean tampak mengular, terutama di stasiun besar.
Salah satu penumpang, Rina (32), warga Bekasi, mengaku memilih KRL untuk menuju Bogor demi menghindari kemacetan sekaligus menikmati waktu bersama keluarga.
“Saya mau ke Bogor, mau silaturahmi sekalian jalan-jalan. Memang dari pagi sudah ramai, tapi masih bisa masuk kereta walau harus berdiri,” ujarnya di Stasiun Manggarai.
Ia menilai KRL lebih efisien dibandingkan moda transportasi lain.
“Kalau naik KRL lebih enak aja, tiket lebih murah, tidak macet, dan lebih cepat sampai. Hanya saja penuh dan berdesakan,” tambah Rina.
Hal serupa disampaikan Andi (37), warga Jakarta Timur, yang hendak menuju kawasan Jakarta Kota bersama keluarganya.
“Memang sudah biasa kalau Lebaran begini ramai. Saya mau ke Kota, jalan-jalan sama istri dan anak. Tadi sempat nunggu dua kereta karena penuh,” kata Andi.
Data dari KAI Commuter menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa angkutan Lebaran. Sejak 11 hingga 21 Maret, total pengguna Commuter Line mencapai 9.460.099 orang. Hingga Minggu pukul 13.00 WIB saja, jumlah pengguna telah menyentuh 231.805 orang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa volume pengguna tertinggi terjadi pada lintas Bogor.
“Sedangkan untuk hari ini hingga pukul 13.00 WIB tercatat jumlah pengguna Commuter Line Wilayah Jabodetabek sudah mencapai 231.805 orang,” ujarnya.
Secara rinci, Bogor Line mencatat 98.912 pengguna, disusul Cikarang Line sebanyak 61.029 orang, dan Rangkasbitung Line 48.680 orang. Untuk stasiun dengan volume tertinggi, Stasiun Bogor mencatat 22.836 pengguna, diikuti Rangkasbitung dan Cikarang.
Sementara itu, Stasiun Manggarai menjadi titik transit terpadat dengan 104.741 pengguna, diikuti Tanah Abang dan Duri. Kondisi ini mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat di wilayah Jabodetabek selama libur Lebaran.
Meski terjadi kepadatan, arus penumpang tetap berjalan lancar berkat pengaturan petugas di lapangan. Petugas juga aktif memberikan imbauan terkait keselamatan dan ketertiban selama perjalanan.
KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta menghindari jam sibuk guna mengurangi kepadatan. Pengguna juga diminta menjaga barang bawaan dan memanfaatkan aplikasi C-Access untuk memantau jadwal serta posisi kereta.
“Kami juga menyiagakan petugas frontliner untuk siap membantu apabila ada informasi yang dibutuhkan,” kata Karina.
Kepadatan ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring masih berlangsungnya masa libur Lebaran.
Editor : Lugas Rumpakaadi