Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengalaman Penumpang: Whoosh Lebih Efektif Dibanding Kendaraan Pribadi

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

Pemerintah pastikan restrukturisasi keuangan kereta cepat Whoosh terus dikawal.
Pemerintah pastikan restrukturisasi keuangan kereta cepat Whoosh terus dikawal.

RADARBANYUWANGI.ID - Minat masyarakat menggunakan kereta cepat Whoosh untuk mudik Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan. Selain waktu tempuh yang singkat, harga tiket yang relatif terjangkau menjadi alasan utama moda transportasi ini semakin diminati.

Salah satu calon penumpang, Kein, mengungkapkan bahwa Whoosh memberikan efisiensi perjalanan yang sulit ditandingi kendaraan pribadi. Ia memilih menggunakan kereta cepat tersebut untuk pulang ke Bandung dari Jakarta.

“Jauh lebih cepat kalau naik Whoosh ini. Jadi saya enggak perlu berangkat jauh-jauh hari biar enggak macet karena naik ini hanya sekitar satu jam saja,” ujar Kein saat ditemui di stasiun Whoosh, Jakarta Timur, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, sejumlah temannya yang memilih menggunakan mobil pribadi justru harus menghadapi kemacetan panjang di jalan tol. Ia menyebut waktu tempuh perjalanan darat bisa mencapai lebih dari lima jam.

“Walaupun ada plus minusnya kalau naik mobil pribadi bisa lebih mobile ke mana-mana. Tapi naik Whoosh ini cukup worth it,” tambahnya.

Pendapat serupa disampaikan Ahmad, penumpang lainnya yang menilai kenyamanan fasilitas di dalam kereta menjadi nilai tambah. Ia mengaku kini tidak lagi bergantung pada kendaraan travel seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Dengan Whoosh, saya bisa mudik dengan aman dan nyaman. Fasilitasnya juga cukup baik,” kata Ahmad.

Namun demikian, Ahmad memberikan catatan terkait lokasi stasiun yang dinilai masih cukup jauh dari pusat Kota Bandung. Ia harus melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi feeder.

“Harapannya sih biar ada lokasi stasiun yang dekat dengan kota. Biar tidak dua kali jalan,” ujarnya.

Sementara itu, PT Kereta Cepat Indonesia China mencatat lonjakan penjualan tiket selama periode mudik Lebaran tahun ini. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyebutkan bahwa hingga Jumat pukul 08.00 WIB, total tiket yang terjual mencapai sekitar 145 ribu untuk periode perjalanan 13–30 Maret 2026.

“Total tiket yang telah terjual mencapai sekitar 145 ribu tiket untuk periode perjalanan 13 hingga 30 Maret 2026,” ujar Eva dalam siaran pers.

Pada hari yang sama saja, penjualan tiket mencapai 10 ribu dan diperkirakan meningkat hingga 18 ribu tiket per hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KCIC telah memperkuat sistem keamanan di seluruh stasiun Whoosh. Sebanyak 551 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari petugas internal serta aparat TNI dan Polri. Selain itu, 309 petugas posko internal juga disiagakan di berbagai titik operasional.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan mudik, baik di stasiun maupun di dalam kereta.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#tiket #WHOOSH #mudik